Cloudflare Integrasi dengan 3 Platform Besar, Perkuat Keamanan AI Generatif
Hefriday | 29 Agustus 2025, 18:09 WIB

AKURAT.CO Cloudflare, Inc. (NYSE: NET), perusahaan penyedia layanan cloud konektivitas global, mengumumkan langkah strategis dengan menghadirkan integrasi keamanan terhadap 3 platform kecerdasan buatan generatif terkemuka, yaitu ChatGPT Enterprise, Claude by Anthropic, dan Google Gemini.
Langkah ini menjadikan Cloudflare sebagai Cloud Access Security Broker (CASB) pertama yang memberikan visibilitas dan kontrol lebih besar atas penggunaan AI generatif di lingkungan kerja.
Dengan integrasi tersebut, perusahaan yang menggunakan layanan Cloudflare dan ketiga aplikasi AI generatif ini dapat memperkuat keamanan data mereka secara real-time tanpa perlu pengaturan yang rumit.
Fitur baru ini memungkinkan tim keamanan perusahaan lebih mudah mengawasi penggunaan AI sekaligus melindungi informasi sensitif agar tidak bocor secara tidak sengaja.
CEO sekaligus pendiri Cloudflare, Matthew Prince, menegaskan bahwa adopsi AI generatif di dunia kerja sudah tidak bisa dihindari. Menurutnya, karyawan kini banyak memanfaatkan teknologi ini untuk mempercepat pekerjaan, mulai dari penyusunan konten, analisis data, hingga pemrograman.
Baca Juga: Studi: Chatbot AI Meta di Instagram dan Facebook Bisa Dorong Remaja ke Perilaku Berbahaya
“Karyawan selalu mencari keunggulan dengan cara untuk menghemat waktu, memicu kreativitas, atau meningkatkan efisiensi. Menggunakan alat AI generatif memberi mereka keunggulan itu,” ujarnya di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Namun, Prince menekankan adanya kesenjangan antara inovasi teknologi dengan aspek keamanan. Untuk itu, Cloudflare menghadirkan perlindungan menyeluruh yang terintegrasi langsung dengan ketiga platform AI populer.
“Kami adalah satu-satunya perusahaan yang telah membangun integrasi langsung ke dalam ChatGPT, Claude, dan Gemini untuk meningkatkan standar keamanan AI perusahaan,” katanya.
Melalui CASB Cloudflare, pelanggan dapat mengawasi penggunaan AI generatif secara otomatis. Sistem akan memindai aktivitas pengguna, memberi peringatan proaktif, dan membantu perusahaan memastikan data mereka tetap aman sekaligus patuh pada regulasi yang berlaku.
Hal ini sangat relevan di tengah meningkatnya kekhawatiran soal kebocoran data perusahaan akibat penggunaan AI oleh karyawan tanpa pengawasan.
Cloudflare juga memperkenalkan kapabilitas baru pada platform Zero Trust-nya, Cloudflare One, termasuk fitur AI Security Posture Management (AI-SPM).
Teknologi ini dirancang untuk membantu organisasi memahami dan mengendalikan penggunaan AI di seluruh unit kerja. Dengan begitu, adopsi AI dapat terus berjalan tanpa mengorbankan aspek keamanan maupun privasi.
Salah satu fitur utama adalah Laporan Shadow AI, yang memberikan wawasan instan mengenai siapa saja yang menggunakan aplikasi AI dalam perusahaan, serta platform mana yang paling banyak diakses.
Informasi ini memungkinkan tim keamanan menetapkan kebijakan berbasis data untuk mengelola risiko.
Selain itu, Cloudflare Gateway memungkinkan perusahaan membatasi atau memblokir penggunaan aplikasi AI yang tidak disetujui.
Fitur ini juga dapat mengatur jenis data yang boleh diunggah, sehingga mencegah kebocoran informasi penting seperti kode sumber atau data pelanggan.
“Tujuannya bukan membatasi inovasi, tetapi memberikan kendali penuh kepada perusahaan atas bagaimana AI digunakan,” tulis Cloudflare dalam pernyataan resminya.
Cloudflare turut menghadirkan perlindungan terhadap interaksi berisiko dengan AI. Fitur AI Command Protection dapat menandai perintah dan respons yang dianggap berbahaya, lalu memberikan peringatan langsung kepada karyawan.
Dengan cara ini, potensi kesalahan penggunaan AI dapat dicegah sejak awal, tanpa harus melarang pemakaian teknologi sepenuhnya.
Untuk menambah lapisan keamanan, Cloudflare memperkenalkan kontrol baru pada Server MCP Zero Trust. Dengan fitur ini, seluruh lalu lintas komunikasi antara model AI dengan aplikasi eksternal dapat dipantau melalui satu dasbor terpusat.
Hal ini memberi tim keamanan kemampuan menetapkan kebijakan yang lebih detail, baik di tingkat pengguna maupun server.
Menurut Prince, langkah ini menegaskan posisi Cloudflare sebagai mitra utama perusahaan yang ingin mengadopsi AI secara luas namun tetap aman. “Kami berada dalam posisi unik untuk membantu mendorong inovasi, membangun, dan meningkatkan skala dengan cepat, tanpa mengorbankan keamanan,” tegasnya.
Dengan berbagai fitur baru tersebut, Cloudflare berharap dapat menjawab tantangan terbesar dalam pemanfaatan AI generatif, yakni menjaga keseimbangan antara produktivitas dan keamanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










