AKURAT.CO Program 3 juta rumah dari Presiden Prabowo dinilai merupakan program yang menguntungkan bagi masyarakat Indonesia. Program tersebut digadang akan sangat membantu masyarakat Indonesia memiliki rumah impian dengan mudah.
Dengan akan dirayakannya Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, program ini juga menjadi simbol bahwa Indonesia semakin merdeka.
Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Ujang Komarudin, menegaskan, program pembangunan dan renovasi tiga juta rumah merupakan bukti nyata komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam menghapus ketimpangan sosial ekonomi di Tanah Air.
Menurutnya, Presiden Prabowo ingin seluruh rakyat merasakan kemerdekaan yang sesungguhnya, termasuk dalam hal memiliki hunian yang layak.
“Presiden Prabowo ingin kemerdekaan dirasakan oleh setiap anak bangsa, tanpa terkecuali. Salah satunya dengan memastikan setiap keluarga Indonesia memiliki rumah yang layak dan bermartabat,” ujar Ujang dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Program ini dirancang untuk memberikan akses perumahan kepada masyarakat miskin ekstrem, miskin, dan kelas menengah bawah. Selain itu, langkah ini menjadi upaya strategis mempersempit kesenjangan antara wilayah perkotaan, pedesaan, dan kawasan pesisir.
Ujang menjelaskan, program yang termasuk dalam daftar Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo ini juga bertujuan mengatasi backlog perumahan nasional. Berdasarkan data, terdapat 9,9 juta keluarga yang belum memiliki rumah, serta 26,9 juta rumah yang dinilai tidak layak huni.
Rencana pelaksanaannya mencakup perbaikan dua juta rumah tidak layak huni di desa, pembangunan satu juta rumah baru di kota melalui kemitraan dengan pihak swasta, serta penataan kawasan pesisir dan pembangunan hunian yang adaptif terhadap bencana.
Selain penyediaan rumah, pemerintah juga menargetkan pengendalian harga tanah dan tata ruang. Strateginya dilakukan dengan mengarahkan subsidi untuk menormalkan harga lahan serta memastikan zonasi rumah tidak semakin menjauh dari pusat kegiatan ekonomi.
“Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memberdayakan ekonomi lokal. Pembangunan rumah akan disertai infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih,” tambah Ujang.
Program 3 Juta Rumah juga menjadi bagian dari Astacita Presiden Prabowo, yang menekankan pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan kelanjutan pengembangan infrastruktur nasional.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menilai sektor perumahan memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi.
“Selain mengurangi backlog, program ini akan mendorong sektor konstruksi, bahan bangunan, penyerapan tenaga kerja, dan investasi swasta. Dampaknya akan terasa langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T










