Indonesia Dorong Konektivitas Global Sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya memperkuat konektivitas global sebagai bagian dari strategi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
Hal ini disampaikan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, dalam pembekalan bagi 24 calon Duta Besar Republik Indonesia.
Dalam arahannya, Febrian menekankan bahwa upaya peningkatan konektivitas global harus mendukung transformasi ekonomi nasional yang menjadi agenda utama pembangunan Indonesia dalam dua dekade ke depan.
"Tugas memperkuat konektivitas global Indonesia harus sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045, untuk mendorong kerja sama internasional yang sejalan dengan agenda transformasi ekonomi nasional,” ujar Febrian di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Baca Juga: Bappenas Dorong Masterplan PPU Jadi Penyangga Strategis IKN
Visi Indonesia Emas 2045 merupakan dokumen strategis yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju dan berdaya saing global tepat di perayaan 100 tahun kemerdekaan. Febrian menyampaikan, kerja sama internasional yang produktif akan menjadi salah satu kunci utama dalam mencapai lima target besar yang tertuang dalam visi tersebut.
Kelima capaian tersebut meliputi, pendapatan per kapita setara negara maju, pengentasan kemiskinan ekstrem, pembangunan sumber daya manusia unggul, peningkatan pengaruh global, serta pencapaian target net zero emission.
Lebih lanjut, Febrian menegaskan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 adalah tahapan awal dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Dokumen ini akan menjadi acuan utama dalam penyusunan program dan anggaran pembangunan di tingkat nasional maupun daerah, termasuk sebagai pedoman kerja sama dengan mitra internasional.
Menurutnya, para Duta Besar RI tidak hanya berperan sebagai perwakilan diplomatik, tetapi juga sebagai ujung tombak diplomasi ekonomi dan pembangunan internasional.
“Perwakilan Indonesia di luar negeri harus mampu menjembatani kebutuhan nasional dengan peluang global,” kata Febrian.
Baca Juga: Bappenas Luncurkan Desain Besar Kependudukan 2025–2045 Berbasis Data
RPJMN 2025–2029 mencantumkan sejumlah Prioritas Nasional (PN) yang relevan dengan tugas-tugas perwakilan RI, antara lain PN 2 (Ketahanan Ekonomi), PN 4 (Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan), PN 7 (Stabilitas Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan dan Pelayanan Publik), serta PN 8 (Transformasi Layanan Publik).
Dubes RI juga diharapkan aktif dalam mencari peluang kerja sama internasional di bidang pembiayaan pembangunan, diplomasi ekonomi, perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI), penguatan peran diaspora, dan peningkatan kepemimpinan Indonesia di forum global.
Febrian menekankan bahwa untuk mewujudkan visi besar ini, Indonesia tidak bisa lagi bekerja dengan pendekatan business as usual. Dibutuhkan langkah-langkah konkret dan transformasi menyeluruh yang menjawab langsung akar persoalan bangsa.
“Pemerintah mendorong sinergi lintas sektor, lembaga, dan negara mitra agar transformasi ekonomi dan pembangunan nasional dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kita butuh kerja bersama yang terarah dan terukur,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








