Akurat

Mentan Amran: Reformasi Pertanian Jadi Kunci Presiden Prabowo Amankan Ketahanan Pangan

Hefriday | 25 Juli 2025, 10:40 WIB
Mentan Amran: Reformasi Pertanian Jadi Kunci Presiden Prabowo Amankan Ketahanan Pangan

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pilar utama dalam memperkuat ketahanan nasional.

Hal ini disampaikan saat dirinya memberikan kuliah umum kepada peserta Pendidikan Pembentukan Pimpinan Negara (P3N) Angkatan XXV dan Pendidikan Pengetahuan Strategis (P4N) Angkatan LXVIII Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Jumat (25/7/2025).

"Ketahanan pangan adalah jantung dari ketahanan nasional," tegas Amran.

Baca Juga: Mentan: Impor Produk AS Hanya Jika Dibutuhkan, Petani Tetap Dilindungi

Menurutnya, ketika pasokan pangan terganggu, maka seluruh aspek kehidupan berbangsa ikut terdampak mulai dari ekonomi, sosial, hingga keamanan. Oleh karena itu, sektor pangan harus menjadi perhatian utama dalam strategi pembangunan nasional.

Mentan menekankan bahwa persoalan pangan bukan sekadar urusan ekonomi atau pertanian semata, melainkan soal keberlangsungan hidup suatu bangsa. Ia bahkan menyebut bahwa kesalahan dalam memahami isu pangan bisa lebih fatal dibandingkan kasus korupsi.

"Salah menganalisis pangan bisa lebih berbahaya dari korupsi. Seperti kata Bung Karno, hidup matinya bangsa tergantung pada pangan," ujarnya.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, Amran memaparkan sejumlah kebijakan konkret yang telah diambil oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung sektor pertanian. Salah satunya adalah penerbitan tujuh peraturan presiden (Perpres) strategis, yang mengatur berbagai aspek penting seperti distribusi pupuk, harga gabah, dan sistem irigasi nasional.

Distribusi pupuk yang sebelumnya kerap dikeluhkan karena rumitnya birokrasi, kini diklaim telah menjadi lebih sederhana dan efisien.

"Rantai birokrasi yang menyulitkan petani telah kami pangkas. Sekarang, pupuk bisa langsung sampai ke tangan petani," terang Amran.

Baca Juga: Mentan Amran Ungkap Produsen Mulai Tarik Beras Oplosan dan Harga Disesuaikan

Kebijakan-kebijakan tersebut, menurutnya, telah membuahkan hasil yang signifikan. Amran menyebut bahwa produksi beras nasional saat ini mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

"Ini bukan kebetulan, tetapi buah dari keberpihakan dan kerja nyata pemerintah terhadap petani," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga mengajak para peserta Lemhannas yang merupakan calon pemimpin masa depan bangsa, untuk ikut berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Ia menegaskan bahwa isu pangan tidak bisa diserahkan hanya kepada sektor teknis semata, tetapi membutuhkan perhatian lintas sektor dan dukungan dari seluruh tingkatan kepemimpinan, baik di pusat maupun daerah.

"Ketahanan pangan adalah isu strategis. Tidak cukup jika hanya ditangani teknokrat. Diperlukan keterlibatan aktif dari para pemimpin di semua tingkatan," tegasnya.

Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, turut memberikan apresiasi atas capaian sektor pertanian di bawah kepemimpinan Amran. Menurutnya, sektor yang sebelumnya kerap dipandang sebelah mata ini, kini menjadi salah satu sumber optimisme nasional.

"Kemajuan sektor pertanian sangat menggembirakan. Ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia punya potensi besar sebagai kekuatan pangan dunia," kata Ace.

Ace juga menyoroti pergeseran paradigma dalam memandang sektor pertanian. Jika dahulu pertanian dianggap sebagai sektor dengan kontribusi rendah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), kini mulai tampak peran strategisnya, terutama setelah diperkuat oleh pemanfaatan teknologi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

"Kita sekarang menyaksikan pertanian bangkit dan menjadi kekuatan strategis bangsa," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi