Kementerian ESDM Taksir Subsidi Listrik 2025 Bengkak jadi Rp90,3 Triliun

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksi subsidi listrik pada 2025 akan membengkak menjadi Rp90,32 triliun.
Padahal, alokasi subsidi listrik dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 hanya mencapai Rp87,72 triliun.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Dirjen Gatrik) Jisman P. Hutajulu mengungkapkan terdapat tiga faktor yang menjadi penyebab pembengkakan subsidi listrik tersebut.
Ketiga faktor tersebut diantaranya, melemahnya nilai tukar rupiah, kenaikan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) hingga inflasi.
Baca Juga: Subdisi Listrik Pelanggan Pln Jabar Akan Dicabut
"Jadi ya kurs ini memang sangat menentukan yang selalu naik terus, sehingga ada kenaikan," jelasnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirjen Ketenagalistrikan dan Direktur Utama PT PLN (Persero) di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2025).
Jisman menyebutkan, realisasi subsidi listrik sampai dengan Mei 2025 sudah mencapai Rp35 triliun. Hal ini juga sejalan dengan volume penjualan listrik yang juga meningkat dari 71 TWh pada 2024 menjadi proyeksi 76,63TWh tahun ini.
"Jadi ada penambahan penjualan, mungkin lebih baik ekonominya barangkali sehingga penggunaan listriknya juga bertambah," sambungnya.
Jisman menambahkan, pihaknya juga menyiapkan sejumlah strategi untuk pengendalian subsidi listrik. Pertama, efisiensi pembangkit listrik melalui pemeliharaan yang ketat agar konsumsi bahan bakar tidak boros.
Kedua, pengendalian harga gas untuk kelistrikan lewat kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) sebesar USD7 per MMBTU untuk kebutuhan PLN.
Lalu ketiga, penetapan ceiling price pembelian tenaga listrik dari Independent Power Producer (IPP) mengacu pada regulasi yang ada. Keempat, penetapan roadmap susut jaringan tenaga listrik PLN.
"Dan yang terakhir adalah penerapan DMO, ini kita tahu untuk USD70 per ton DMO Batu Bara untuk Gar 6.322," tukas Jisman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 6Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 7Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 8Sejarah Pekan Antariksa Dunia: Mengapa Diperingati 4–10 Oktober?
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver









