Akurat

Pertamina Beberkan Alasan 2 Hari BBM Pertamax Langka di Kota Minyak

Camelia Rosa | 19 Mei 2025, 21:55 WIB
Pertamina Beberkan Alasan 2 Hari BBM Pertamax Langka di Kota Minyak

AKURAT.CO Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan mengungkapkan beragam upaya dilakukan guna memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Seperti diketahui, sudah dua hari bahan bakar bensin bernilai oktan 92 tersebut langka di kota yang justru dijuluki sebagai Kota Minyak.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun mengungkapkan, salah satu upaya pihaknya yaitu menambah pasokan dari Fuel Terminal Samarinda.

"Pertamina terus berupaya maksimal untuk memastikan distribusi Pertamax berjalan lancar, termasuk dengan melakukan penyesuaian dan penguatan suplai dari terminal BBM terdekat," ujarnya, Senin (19/5/2025).

Baca Juga: KPK Periksa Head Legal PT Telkomsigma Terkait Dugaan Korupsi Proyek Digitalisasi SPBU Pertamina

Menurut Edi, lonjakan permintaan dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan tingginya konsumsi masyarakat akan kebutuhan BBM berkualitas.

"Kami sangat mengapresiasi loyalitas dan kepercayaan para konsumen setia Pertamax. Kami juga mohon maaf atas ketidaknyamanannya dan kami terus berupaya meningkatkan pelayanan dan memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik," tuturnya.

Dijelaskan Edi, Pertamina Patra Niaga juga terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan kelancaran distribusi BBM, khususnya Pertamax, di wilayah Balikpapan dan sekitarnya.

Baca Juga: Pertamina NRE dan Menteri Kehutanan Kebut Pengembangan Bioetanol Lewat Program Aren Nasional

Pihaknya juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying, karena pasokan Pertamax dipastikan akan segera stabil.

"Kami apresiasi kesabaran masyarakat dan pastikan layanan akan kembali normal dalam waktu dekat," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.