Akurat

Soal ODOL, AHY Sebut Pemilik dan Pengemudi Harus Sama-sama Bertanggung Jawab

Camelia Rosa | 1 Maret 2025, 16:01 WIB
Soal ODOL, AHY Sebut Pemilik dan Pengemudi Harus Sama-sama Bertanggung Jawab

AKURAT.CO Menteri Koordinator (Menko) bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti perihal sering terjadinya kecelakaan fatal yang disebabkan oleh kendaraan berdimensi dan bermuatan melebihi batas yang diziinkan atau Over Dimension Over Loading (ODOL). 

"Kita ingin tegas untuk menertibkan ODOL, truk-truk ODOL, over dimension over loading, ini juga seringkali mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, ini tidak bisa dibiarkan," tegasnya dalam acara Konferensi Pers Penurunan Tiket Pesawat di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (1/3/2024).
 
AHY memastikan bahwa hal ini tidak hanya tanggung jawab para pengemudi namun juga para perusahan pemilik kendaraan ODOL tersebut.
 
 
"Kita ingin memastikan bahwa bukan hanya pengemudi, tapi juga para owner yang bertanggung jawab. Jangan sampai truk-truknya berlebihan kapasitas terutama di jalan-jalan yang padat penduduk dan padat pengemudi itu bisa menyebabkan kecelakaan di jalan," tuturnya. 
 
AHY menambahkan, pihaknya juga menyampaikan kebijakan lainnya untuk bisa mengurai kemacetan selama periode libur Lebaran 2025 ini. 
 
Sebagai informasi, sebelumnya,Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bertemu dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga telah membahas isu strategis mengenai implementasi penuh kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) ini.
 
Kedua menteri tersebut sepakat untuk segera melaksanakan penerapan Zero ODOL di lapangan tanpa tahapan tambahan. Adapun tujuannya untuk meningkatkan keselamatan transportasi dan efisiensi distribusi logistik nasional.
 
"Kami dari Kementerian Perhubungan mengucapkan banyak terima kasih dan mengapresiasi Kementerian Perindustrian. Setelah sekian lama kami melakukan rapat intensif, akhirnya kami sepakati bahwa penerapan Zero ODOL harus segera dilaksanakan di lapangan," jelas Dudy.
 
Dudy juga menegaskan bahwa keluhan masyarakat terkait kendaraan ODOL telah didengar oleh pemerintah, dan langkah konkret segera diambil untuk mengatasinya.
 
"Apa yang menjadi keluhan masyarakat, kami dari pemerintah sangat mendengar. Ini adalah wujud dari komitmen kami untuk memastikan keselamatan transportasi, khususnya transportasi darat. Oleh karena itu, kami sepakat bahwa penerapan Zero ODOL akan segera kita laksanakan tanpa tahapan lagi," tegasnya.
 
Lebih lanjut Menhub juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam memastikan keberhasilan kebijakan ini. 
 
"Kami juga akan bekerja sama dengan stakeholder lain yang berkaitan dengan penerapan Zero ODOL, termasuk Kepolisian RI, Kementerian Perdagangan, dan pemerintah daerah. Sinergi ini penting untuk memastikan kebijakan berjalan dengan efektif di seluruh Indonesia," tambahnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan dukungan penuh terhadap kebijakan ini sebagai bagian dari tanggung jawab sektor industri dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan.
 
"Kami selalu mendukung penerapan Peraturan Zero ODOL. Ini kesadaran kami dalam menciptakan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di lapangan dan juga termasuk di sektor industri," jelas Menperin.
 
Dengan adanya kesepakatan ini, pemerintah berharap kebijakan Zero ODOL dapat segera diterapkan secara efektif, sehingga meningkatkan keselamatan jalan, mengurangi dampak buruk terhadap infrastruktur, dan meningkatkan efisiensi distribusi logistik di Indonesia.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.