Akurat

BUMN Bakal Dipangkas Jadi 30, INKA dan KAI Merger, Pelindo, Pelni dan ASDP Digabung

Hefriday | 24 Desember 2024, 17:23 WIB
BUMN Bakal Dipangkas Jadi 30, INKA dan KAI Merger, Pelindo, Pelni dan ASDP Digabung

AKURAT.CO Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendorong langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan efisiensi perusahaan-perusahaan milik negara. Salah satu fokus utamanya adalah konsolidasi BUMN yang ditargetkan menyusutkan jumlahnya dari 47 menjadi 30 perusahaan.

Upaya ini termasuk rencana merger PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan PT Industri Kereta Api (INKA), serta sinergi antara Pelindo, Pelni, dan ASDP di sektor maritim. Menteri Badan Usaha MIlik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari program besar kementeriannya dalam lima tahun ke depan.

"Ada 45 program yang kita dorong untuk lima tahun mendatang, termasuk konsolidasi BUMN menjadi 30 perusahaan. Salah satunya adalah penggabungan KAI dan INKA. Namun, ini memerlukan kajian mendalam dan waktu yang cukup panjang," ujar Erick saat ditemui di Jakarta, Selasa (24/12/2024).

Baca Juga: Superholding Untuk Pengelolaan BUMN

Menurut Erick, rencana merger KAI dan INKA tidak hanya bertujuan untuk efisiensi operasional, tetapi juga meningkatkan kemandirian industri kereta api nasional. "Konsolidasi ini penting untuk memperkuat rantai nilai di sektor transportasi. KAI dan INKA memiliki potensi besar untuk membangun sinergi yang saling menguntungkan," tambahnya.

Selain itu, Erick menegaskan bahwa proses konsolidasi ini dilakukan secara bertahap. "Tidak bisa langsung selesai dalam waktu singkat. Ada yang bisa rampung dalam satu tahun, ada pula yang memakan waktu hingga dua tahun. Kami ingin memastikan setiap langkah dilakukan dengan matang," katanya.

Tidak hanya di sektor transportasi darat, Erick Thohir juga mendorong sinergi di sektor maritim melalui konsolidasi Pelindo, Pelni, dan ASDP. Menteri menyebutkan bahwa langkah ini telah mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Perhubungan.

"Kami sudah sounding kepada Menteri Perhubungan, dan beliau mendukung penuh. Sinergi ini menjadi bagian dari solusi untuk memperkuat pelayanan transportasi dan logistik maritim kita," ungkapnya.

Langkah konsolidasi di sektor maritim diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional, terutama dalam pengelolaan pelabuhan dan transportasi laut. "Dengan sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat semakin baik, sekaligus meningkatkan daya saing di tingkat global," tambahnya.

Meski demikian, Erick menegaskan bahwa proses konsolidasi ini harus dilakukan dengan hati-hati. Kajian mendalam menjadi kunci untuk memastikan bahwa penggabungan tidak hanya memenuhi aspek teknis dan operasional, tetapi juga sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Semua harus melalui tahapan yang jelas dan transparan. Kami ingin memastikan bahwa langkah ini memberikan manfaat maksimal bagi negara dan masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, Kementerian BUMN terus berupaya mengakselerasi langkah konsolidasi ini. Meski tantangan yang dihadapi cukup besar, namun BUMN tetap optimistis target ini dapat tercapai dalam waktu dekat. "Target kami adalah secepat mungkin, tetapi tetap sesuai dengan peta jalan yang telah disusun," ujarnya.

Dengan konsolidasi ini, pemerintah berharap dapat menciptakan BUMN yang lebih kuat, efisien, dan kompetitif. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan sektor transportasi dan logistik sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.

BUMN berkomitmen untuk terus mengawal proses ini dengan transparansi dan akuntabilitas. "Konsolidasi ini bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa BUMN benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi Indonesia," tukas Erick.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa