Wamen ESDM Sebut Ruang Elektrifikasi EBT Masih Besar
Demi Ermansyah | 20 November 2024, 18:30 WIB

AKURAT.CO Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengingatkan masih banyak ruang yang tersedia dalam pemanfaatan potensi elektrifikasi energi baru terbarukan (EBT) sehingga Indonesia memiliki proyeksi pengembangan hingga 3.687 gigawatt.
"Dari sisi potensi pemanfaatan EBT di Indonesia, ini masih banyak ruang pemanfaatan yang bisa kita lakukan," ujar Wamen ESDM Yuliot Tanjung di Jakarta, Rabu (20/11/2024).
Wamen menjelaskan untuk tenaga surya, Indonesia memiliki potensi pengembangan sebesar 3.294 gigawatt, sementara yang baru termanfaatkan hanya sekitar 675 megawatt.
Kemudian untuk energi hidro, potensi yang dimiliki sekitar 95 gigawatt, namun yang termanfaatkan baru 6,6 gigawatt, serta bioenergi yang punya potensi 57 gigawatt dengan pemanfaatan baru sekitar 3,4 gigawatt.
Baca Juga: Bahlil: EBT Itu Wajib, Bukan Pilihan
"Gasifikasi batu bara, ini ada potensi yang belum kita manfaatkan. Sementara di dalam pelaksananya, kita sudah memanfaatkan gasifikasi batu bara sebesar 250 megawatt. Sementara untuk angin kita memiliki potensi sekitar 155 gigawatt, baru termanfaatkan sekitar 152 megawatt," kata Wamen Yuliot.
Mengingat jarak pemanfaatan dan potensi yang dimiliki cukup jauh, disampaikan Wamen Yuliot pihaknya terus mengupayakan konsolidasi dengan pihak terkait supaya pemanfaatan EBT di Indonesia bisa dilakukan secara optimal.
"Ini merupakan bagian yang bisa kita konsolidasikan, bagaimana antara potensi dengan pemanfaatan itu bisa gap-nya tidak terlalu jauh sehingga akan terjadi efisiensi dan bagaimana kita melihat sebagai komitmen untuk mengurangi emisi, terutama net zero emission pada tahun 2060," katanya.
Sebelumnya, Kementerian ESDM menargetkan pembangunan pembangkit listrik baru berdaya 68 gigawatt (GW) dalam satu dekade ke depan.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Jakarta, Rabu, menyatakan pembangkit listrik baru tersebut akan dibangun dengan porsi energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 47 GW.
"Untuk kebutuhan pembangkit 10 tahun ke depan (sebesar 68 GW), kita membutuhkan investasi sekitar Rp600 triliun," kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









