Akurat

Dua Target Besar Program Hilirasi 28 Sektor hingga 2040

Demi Ermansyah | 25 September 2024, 19:30 WIB
Dua Target Besar Program Hilirasi 28 Sektor hingga 2040

AKURAT.CO Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan dalam peta jalan (roadmap) hilirisasi nikel yang diterapkan, Indonesia mematok target untuk menjadi lima besar produsen baterai kendaraan listrik global, serta dua besar produsen stainless steel dunia.

"Nikel kita bahan bakunya nomor satu di dunia, tapi dari sisi supply chain kita tidak melihat nama Indonesia sebagai eksportir produk-produk nikel. Kalau nikel ore kita memang sudah larang ekspornya, tapi di nikel sulfat, precursor baterai, baterai pack kita belum menemukan nama Indonesia sebagai pengekspor," ujar Direktur Hilirisasi Perkebunan, Kelautan, Perikanan, dan Kehutanan Kementerian Investasi/BKPM Mohamad Faizal di Jakarta, Rabu (25/9/2024).
 
Faizal mengatakan, target itu diterapkan pihaknya mengingat pemerintah telah menerapkan industri prioritas hilirisasi nikel yakni untuk pengembangan baterai kendaraan listrik yang memiliki potensi pasar sebanyak USD5,91 triliun pada tahun 2045, serta stainless jenis CRC dan HRC yang memiliki potensi kebutuhan global sebanyak USD365 miliar pada periode yang sama.
 
 
Adapun proyeksi dampak ekonomi dari proses hilirisasi nikel pada tahun 2040 antara lain yakni meningkatkan nilai investasi sebanyak USD127,90 miliar, kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar USD43,20 miliar, peningkatan devisa negara sebesar USD81 miliar, serta membuka lapangan kerja untuk 357.000 orang.
 
Lebih lanjut dirinya mengatakan, pihaknya juga telah memproyeksikan dampak berkelanjutan dari hilirisasi 28 sektor hingga tahun 2040. Antara lain yakni mengisi ruang investasi sebanyak USD618 miliar  peningkatan kontribusi ekspor sebanyak USD857,9 miliar, kontribusi terhadap PDB USD235,9 miliar, serta penyerapan tenaga kerja sebanyak 3.016.179 orang.
 
"Dari rencana hilirisasi tadi setelah ada roadmap, maka kemudian Kementerian Investasi/BKPM tidak dapat bergerak sendiri. Jadi, kita harus bergerak bersama-sama," ujarnya.
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.