Tantangan Program Makan Bergizi Gratis Prabowo-Gibran: Butuh 6,7 Juta Ton Beras per Tahun

AKURAT.CO Program makan gratis bergizi yang diusung Presiden Terpilih 2024, Prabowo Subianto, diproyeksikan akan memerlukan sekitar 6,7 juta ton beras per tahun. Namun, kesiapan Indonesia dalam menyuplai jumlah beras tersebut masih menjadi tanda tanya.
Pengamat ekonomi pertanian, Bustanul Arifin, menyatakan, besarnya kebutuhan ini akan dipengaruhi oleh efektivitas dapur umum yang akan mengelola persiapan makan bee gizi gratis tersebut.
Bustanul menjelaskan, kebutuhan beras dari Bulog, yang bertanggung jawab mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP), akan sangat bergantung pada kinerja dapur umum.
Jika produksi dalam negeri mencukupi dan dapur umum berfungsi dengan baik, kebutuhan beras Bulog tidak akan meningkat.
Baca Juga: AstraZeneca Indonesia, Kemenko Marves, dan Pemprov Jabar Dorong Restorasi Lingkungan di ISF 2024
Namun, jika kinerja dapur umum tidak optimal, bisa terjadi lonjakan permintaan beras yang berdampak pada harga beras di dalam negeri.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mengatakan, program ini juga bisa memanfaatkan sumber pangan lokal sebagai pengganti beras. Dengan begitu, tidak semua kebutuhan karbohidrat harus dipenuhi dengan beras.
Arief merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal, yang mengharuskan kementerian dan lembaga terkait untuk mendorong konsumsi pangan lokal seperti sagu dan jagung dalam program makan siang gratis tersebut.
Mantan Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, mengungkapkan bahwa kebutuhan beras untuk program makan siang gratis mencapai sekitar 6,7 juta ton per tahun.
Baca Juga: Ikut Tersorot! Mengenal Aizawa Asry Ayah Kandung Lolly, Ternyata Pria Berdarah Jepang
Meskipun angka ini belum resmi, Bayu menjelaskan bahwa data tersebut diperoleh dari presentasi dalam acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian dan Kepolisian RI.
Selain beras, program ini juga diproyeksikan membutuhkan 1,2 juta ton daging ayam, 1 juta ton ikan, 500 ribu ton daging sapi, serta sekitar 4 juta kiloliter susu per tahun.
Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Budiman Sudjatmiko, juga mengakui bahwa program makan siang gratis ini melibatkan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga industri pangan dan transportasi.
Oleh karena itu, program ini memerlukan perencanaan matang yang sudah mulai dikerjakan sejak dini agar dapat dilaksanakan dengan sukses.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla







