Luncurkan SIMBARA Untuk Nikel dan Timah, Luhut: Sebenarnya Sudah Terlambat
Demi Ermansyah | 22 Juli 2024, 13:19 WIB

AKURAT.CO Dalam rangka mencegah upaya penambangan illegal terhadap komoditas batubara, timah dan nikel. Pemerintah beberapa waktu lalu meluncurkan Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara antar Kementerian dan Lembaga (SIMBARA).
Di mana menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa peluncuran SIMBARA khususnya untuk Nikel dan Timah dinilai sudah telat
"Memang untuk timah, peluncurannya sebenarnya sudah terlambat. Saya sudah mendorong percepatan peluncuran ini, terutama setelah adanya kasus korupsi yang memaksa kami untuk mempercepat penerbitan sistem ini," ujar Luhut dalam acara Peluncuran SIMBARA Timah dan Nikel, Senin (22/7/2024).
Lebih lanjut dirinya yakin bahwa dengan adanya SIMBARA ini mampu mengerek penerimaan negara, sebab proses bisnis minerba dari hulu hingga ke hilirnya menjadi lebih transparan.
"Saya tanya ke Seto (Deputi Kemenko Marves) kita bisa berapa kita dapat bu Ani (Menkeu Sri Mulyani) uang hanya dari royalti, kita bisa Rp5-10 triliun. Hanya royalti, jadi bisa bayangkan semua bisa bikin tertib," ucapnya.
Senada dengan Luhut, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Isa Rachmatarwata menegaskan bahwa dengan hadirnya SIMBARA ini mampu memberikan hasil signifikan terhadap penerimaan negara salah satunya pencegahan penambangan ilegal yang mencapai Rp3,47 triliun.
"Lalu, tambahan penerimaan negara dari analisis data dan pemprofilan risiko pelaku usaha sebesar Rp2,53 triliun, serta penyelesaian piutang melalui penerapan sistem pemblokiran otomatis yang juga merupakan bagian dari Simbara, mencapai Rp1,1 triliun," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver









