Akurat

PDNS 2 Diserang, Telkom (TLKM) Buka Suara

Silvia Nur Fajri | 28 Juni 2024, 12:46 WIB
PDNS 2 Diserang, Telkom (TLKM) Buka Suara

AKURAT.CO PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akhirnya memberikan pernyataan terkait serangan ransomware yang menimpa Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya, Jawa Timur, yang dikelola oleh Telkom Sigma. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penyalahgunaan data pribadi masyarakat.

Sebagai informasi, PT TelkomSigma merupakan bagian dari Kemitraan Telkom-Lintasarta-Sigma-NeutraDC yang ditunjuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai pemenang tender untuk penyedia layanan komputasi awan PDNS Tahun 2024.

Crisis Center telah dibentuk sebagai pusat koordinasi dan konsolidasi seluruh entitas dan pemangku kepentingan terkait, termasuk Kominfo, BSSN, Bareskrim, dan pelanggan yang terdampak.

Baca Juga: Soal Serangan Siber PDN, Menkeu: Anggaran Kominfo Terealisasi Rp4,9T

Menurut VP Investor Relation Telkom Indonesia Tbk, Octavius Oky Prakarsa, Crisis Center bertujuan untuk melakukan langkah-langkah pemulihan layanan serta menyusun strategi pembangunan dan normalisasi layanan PDNS di Pusat Data 2.

"Tim Crisis Center berkolaborasi dengan pihak BSSN, Bareskrim, dan Kominfo untuk melakukan audit forensik dan analisis penyebab utama," ujar Octavius dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (28/6/2024).

BSSN telah memberikan beberapa rekomendasi untuk perbaikan sistem layanan PDNS, meliputi aspek people, process, dan technology. Salah satunya adalah memperbaiki tata kelola keamanan siber dan manajemen risiko, melibatkan unit kerja terkait di BSSN, serta memastikan setiap layanan yang akan dihosting di PDNS harus lulus proses security assessment oleh BSSN.

Selain itu, BSSN juga mendorong tenant PDNS untuk secara berkala melakukan backup informasi dan perangkat lunak yang berada di Pusat Data Nasional. Pembentukan tim CSIRT khusus untuk PDNS juga direkomendasikan.

"Progres pemulihan terus dilakukan secara intensif, dan per 25 Juni 2024, progres pemulihan PDNS sudah mencapai 44 tenant," kata Octavius.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.