AKURAT.CO Masuknya musim penghujan di awal tahun 2024 diprediksi sebagai penanda berakhirnya siklus el-nino yang melanda Indonesia sepanjang tahun 2023.
Kondisi tersebut tentunya memberikan harapan bagi petani di tanah air dalam memperoleh hasil panen yang berlimpah dan berkualitas seiring dengan tercukupinya kebutuhan air yang diperlukan tanaman-tanaman komoditas seperti padi, jagung, umbi-umbian dan sayuran.
Meski demikian, petani perlu mengantisipasi risiko gangguan hama penyakit tanaman atau Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang kerap membayangi panen petani.
Di musim hujan petani wajib mewaspadai serangan hama seperti hawar daun bakteri (HDB), sundep, wereng batang coklat, kutu kebul, hama blas dan lain sebagainya.
Di pertengahan tahun 2023 Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga mencatat terdapat 46 hektare sawah terkena hama wereng batang coklat yang juga merupakan vektor penyakit tungro pada Tanaman padi.
Baca Juga: Stabilitasasi Harga Pangan, DGW Group Bantu Ribuan Petani Akses Sarana Pertanian Terjangkau
Marketing Manager PT Dharma Guna Wibawa, Bambang Supriadi mengatakan jika tidak dikendalikan dengan baik potensi serangan OPT tentunya akan berdampak bagi ketersediaan pasokan dan harga komoditas pertanian penting seperti padi, jagung, cabai dan bawang merah.
Lebih dari itu ketidakstabilan harga akibat pasokan yang terganggu tentunya akan memberikan imbas pada tingginya angka inflasi.
PT Delta Giri Wacana (DGW Group) melalui anak usaha PT Dharma Guna Wibawa yang menjalankan kegiatan usaha di segmen pestisida memiliki sederet produk pengendalian hama yang dapat membantu menjaga hasil produksi petani, seperti dalam mengendalikan hama wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) yang kerap menyerang di saat musim penghujan.
DGW Group memiliki Bypass 60/20 WG insektisida dengan kandungan dua bahan aktif yaitu pimetrozin 60% + nitenpyram 20% yang memiliki Knock Down Effect yang sangat kuat sehinga bisa dengan cepat mengendalikan hama wereng batang coklat yang menyerang Tanaman Padi.
Selain hama dari golongan serangga, pengendalian OPT yang diakibatkan oleh jamur patogen juga perlu diperhatikan di awal musim penghujan.
Selain itu, ada Explore 250 EC yang merupakan salah satu fungisida sistemik yang dimiliki DGW Group yang mampu untuk mengendalikan OPT dan memaksimalkan hasil panen komoditas padi.
Juga tanaman lainnya seperti bawang merah, jagung, cabai, tomat dan lain sebagainya dengan manfaat dan keunggulan seperti pada tanaman padi dengan membuat gabah menjadi bening, bersih dan mengkilap serta membuat tanaman padi lebih tahan dari penyakit rebah.
"Explore 250EC selain berfungsi sebagai fungisida yang sangat efektif dalam mengendalikan jamur patogen penyebab penyakit pada tanaman, juga berfungsi sebagai pembobot dan pembening gabah padi sehingga hasil panen padi menjadi lebih berkualitas," ujarnya dikutip Jumat (29/3/2024).
Dase, petani padi asal Karawang Jawa Barat mengakui usai menggunakan Explore 250 EC tanaman padi miliknya terhindar dari hama blas atau kresek dan padi yang ditanam hasilnya bening, kuning dan lebih berisi.
"Saya menggunakan Explore 250 EC biasanya pada umur padi bunting, dan sebagai pembening 10 hari sebelum panen dengan takaran per hektarnya saya menggunakan 2 botol Explore ukuran 250 ml," tandasnya.
Asal tahu, beras menjadi komoditas penting bagi masyarakat Indonesia. Ketersediaan pasokan beras tentunya penting dalam membangun ketahanan pangan nasional. Menurut data di tahun 2023, konsumsi beras nasional tercatat sebesar 35,7 juta ton sedangkan produksi sebesar 34 juta ton.
Kelangkaan persedian beras diikuti kenaikan harga yang belakangan terjadi tentunya membutuhkan peran serta pemangku kepentingan baik di hulu maupun hilir termasuk dari sektor industri agrokimia dalam menghadirkan produk solusi pertanian yang berkualitas dan teruji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









