Menteri Sandi Sebut IKN Bakal Jadi Destinasi Wisata Kreatif, Ada Glamping hingga Resort

AKURAT.CO Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno, menyoroti perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Serta, ia juga menggarisbawahi pentingnya konsep glamping dan keberlanjutan dalam pengembangan sektor pariwisata, bukan hanya model resort besar.
"Kami melihat tren berwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di kawasan ini, dan kami akan mengacu pada konsep quality and sustainability dalam pembangunan proyek di Indonesia Creative and Tourism Hub (IKN)," ujar Sandiaga di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, Kamis (14/3/2024).
Baca Juga: Sandiaga Dorong Glamping di Yogya Sokong Asean Tourism Forum 2023
Dia menekankan bahwa IKN direncanakan untuk menjadi pusat kendali pariwisata dan ekonomi kreatif bagi Indonesia secara keseluruhan, dengan memperhatikan potensi destinasi di sekitarnya, seperti Samarinda dan Balikpapan.
Sandiaga Uno juga menyoroti kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi daerah, dengan menyebutkan nilai PDRB Kalimantan Timur yang mencapai Rp843,57 triliun, pada tahun 2023.
Data di lansir dari kaltim.bps.go.id, menjelaskan bahwa, PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp537,63 triliun, dan PDRB per kapita mencapai Rp215,76 juta. Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2023 tumbuh sebesar 6,22%, lebih tinggi dibanding capaian tahun 2022 yang tumbuh sebesar 4,48%.
Selain itu, dalam upayanya untuk meningkatkan atraksi pariwisata, Sandiaga memaparkan rencana pengembangan beberapa destinasi wisata di sekitar IKN, termasuk desa wisata Mentawai, desa budaya Pampang, Kebun Raya Balikpapan, pantai Tanah Merah, dan bukit Bangkirai.
"Diperlukan peningkatan jumlah atraksi pariwisata, sertifikasi, teknologi, dan infrastruktur untuk meningkatkan daya tarik destinasi," tambahnya.
Sandiaga Uno juga menyoroti pentingnya kerjasama antara sektor publik dan swasta dalam pengembangan pariwisata, serta peran masyarakat dalam membangun kesadaran wisata.
"Dukungan dari berbagai pihak akan memperkuat jejaring tata kelola destinasi wisata, termasuk melibatkan kota Balikpapan dan Kabupaten Kutai Kartanegara dalam upaya tersebut," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








