Akurat

Catat! Kenaikan Harga Beras Belum Tentu Untungkan Petani

Paskalis Rubedanto | 6 Maret 2024, 14:46 WIB
Catat! Kenaikan Harga Beras Belum Tentu Untungkan Petani

AKURAT.CO Anggota Komisi VI, Luluk Nur Hamidah, membantah jika kenaikan beras dipersepsikan bisa menguntungkan para petani.

Luluk mengatakan, tidak relevan sebab yang menentukan harga pasar bukan petani, melainkan para produsen beras dan pedagang.

“Kalau alasannya itu (menguntungkan petani), menurut saya agak sedikit kurang relevan ya, karena yang menentukan harga beras itu juga bukan petani, kalau kemudian petani menikmati hasil itu dari harga gabah,” kata Luluk, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Baca Juga: Prabowo Yakin Oktober Dilantik Jadi Presiden, NasDem Beri Tanggapan Begini

“Tapi harga gabah itu berapasih yang dinikmati oleh petani, sementara kemudian kenaikan harga beras itu udah ada bal nya harga gabah, jadi katakanlah harga gabah Rp7.500 lalu kemudian harga beras itu sudah Rp16.000 ya kan, itu artinya selisih keuntungan itu banyakan mana, petani? Pedagang? Produsen beras atau siapa?” sambung Luluk.

Ia meminta pemerintah tidak serta merta menyimpulkan kenaikan harga beras bisa menguntungkan petani.

Karena pada akhirnya, Luluk melihat banyak yang menyalahkan petani jika produktifitas mereka turun.

Baca Juga: OJK Cabut Pembatasan, Akulaku PayLater Kembali Salurkan Pembiayaan

“Jadi menurut saya pemerintah jangan kemudian semua ini seolah-olah demi keuntungan petani, tetapi kemudian di sisi yang lain petani juga yang dipersalahkan produktifitasnya turun,” tuturnya.

“Jadi pemerintah mengambil tanggung jawab itu, enggak bisa dengan cara kayak gitu menurut saya,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.