Genjot Pendapatan Dari EBT, Belanja Modal SDM Tripatra Naik Signifikan

AKURAT.CO Tripatra, entitas usaha Grup Indika Energy yang fokus pada enjinering mengakui belanda modal atau investasi untuk SDM naik cukup besar. Hal ini guna mendongkrat revenue stream dari segmen Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 30% di tahun 2028.
Finance and Commercial Director Tripatra Benny Joesoep mengatakan, investasi yang digelontorkan perusahaan tidak hanya dalam bentuk alat atau barang semata, namun juga tak kalah penting adalah SDM sebagai salah satu aset perusahaan.
Perusahaan secara khusus mengalokasikan budget untuk pelatihan, pengembangan ataupun perekrutan karyawan dan pakar baru di bidang EBT dan hilirisasi mineral.
Baca Juga: Tripatra Fokus Ke Transisi Energi Dan Hilirisasi Mineral Nasional
"Cukup besar di sana. Apalagi nanti saat kami mau lebih masif memproduksi EBT itu tentu kami akan memperhitungkan untuk investasi selanjutnya. Tapi harus ada ekosistemnya dulu yang dibangun ya, mulai dari feed stock proses teknologi baru off taker atau pemasaran," kata Benny kepada Akurat.co, Jumat (13/10/2023).
Menurut Benny, sumber pendapatan Tripatra dari segmen EBT saat ini masih relatif kecil. Untuk itu perusahaan mencanangkan target jangka menengahnya, yakni dalam 5 tahun ke depan kontribusi pendapatan akan didominasi dari sektor energi baru terbarukan (EBT) dan pengolahan mineral (hilirisasi).
"Kalau melihat ke depannya karena ini suatu proses transformasi kita inisiasi mulai dari sekarang, dalam 5 tahun ke depan revenue atau bisnis lebih dari 30% harus datang dari Energi Baru terbarukan (EBT) dan 30% dari mineral processing. Lantas sisanya akan didapat dari proyek petrokimia dan hulu migas,” ungkapnya.
Terkait hilirisasi, perusahaan juga akan fokus pada dua komidtas yakni nikel dan bauksit. Perusahaan ingin melakukan hilirisasi sedalam mungkin untuk kedua komditas ini hingga ke produk akhir. Kebetulan, induk usaha mereka, Indika Energy juga sudah sejalan dengan memproduksi motor listrik dan bus listrik.
"Ini sejalan dengan visi Indika mereka memproduksi bus dan motor listrik untuk membuktikan atau menciptakan pasar, di sini arah grup sudah jelas," imbuh Direktur Utama Tripatra, Raymond Naldi Rasfuldi.
Saat ini Triptara sudah mulai masuk ke proyek energi baru terbarukan (EBT) seperti panas bumi, energi surya, dan terbaru biofuel generasi kedua. Selain itu, Tripatra juga akan ikut berpartisipasi dalam percepatan hilirisasi di Indonesia untuk mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Benny menerangkan, perjalanan ke sektor baru ini baru dimulai Tripatra sehingga kontribusi pendapatan di sektor migas masih sangat besar. Secara kontrak hampir lebih dari 90% masih dari sektor migas. Akan tetapi sisanya sudah mulai ada dari sektor lain seperti energi terbarukan dan petrokimia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







