Akurat

Yuk Kenali Sustainable Tourism, Wisata Tanpa Merusak Bumi

Sunarimo Darmaji | 10 Oktober 2023, 13:10 WIB
Yuk Kenali Sustainable Tourism, Wisata Tanpa Merusak Bumi

AKURAT.CO Setelah kejadian kebakaran di kawasan Bukit Teletubbies Gunung Bromo pada 5 September lalu yang merusak ekosistem dalam tempat kejadian, publik makan sadar akan pentingnya wisata berkelanjutan atau sustainable tourism.

Kasus yang menjadi bencana alam ini menyedot perhatian masyarakat luas dan bisa menjadi peringatan untuk meningkatkan kesadaran perihal sustainable tourism, atau pariwisata yang berkelanjutan bagi wisatawan yang akan berkunjuk ke destinasi-destinasi pilihan mereka.

Pariwisata berkelanjutan, sering disebut sebagai ekowisata atau pariwisata bertanggung jawab, adalah pendekatan yang sadar terhadap perjalanan. Tujuannya adalah meminimalkan dampak negatif pariwisata pada lingkungan, masyarakat, dan budaya, sambil memaksimalkan dampak positifnya.

Baca Juga: Kemenparekraf: Desa Wisata Jatiluwih Tabanan Bali Representasi Wisata Berkelanjutan

Pada intinya, pariwisata berkelanjutan berusaha mencapai keseimbangan antara memenuhi keinginan wisatawan dan melindungi aset alam dan budaya suatu destinasi.

Prinsip Utama Pariwisata Berkelanjutan

Ada beberap prinsip utama wisata berkelanjutan yang membedakannya dengan wisata pada umumnya, sebagai berikut.

1. Konservasi lingkungan

Salah satu prinsip mendasar pariwisata berkelanjutan adalah pelestarian lingkungan. Ini mencakup upaya untuk mengurangi polusi, melestarikan sumber daya alam, dan melindungi ekosistem yang rapuh. Destinasi pariwisata berkelanjutan menerapkan praktik ramah lingkungan seperti pengurangan sampah, konservasi energi, dan perlindungan satwa liar.

2. Pemberdayaan masyarakat lokal

Pariwisata berkelanjutan bertujuan untuk memberdayakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Ini mendorong peluang ekonomi yang adil bagi penduduk setempat, sering melalui penciptaan lapangan kerja, dukungan terhadap bisnis lokal, dan reinvestasi pendapatan pariwisata ke pembangunan masyarakat.

3. Penghargaan terhadap budaya lokal

Para wisatawan apalagi dari luar daerah temoat wisata, diharapkan untuk menghormati dan terlibat dengan budaya dan tradisi lokal. Ini melibatkan belajar dan menghargai adat istiadat, ritual, dan warisan masyarakat tuan rumah. Pariwisata berkelanjutan menentang praktik yang mengeksploitasi atau mengkomodifikasi budaya.

4. Manajemen yang bertanggung jawab

Manajemen dan perencanaan yang efektif adalah kunci pariwisata berkelanjutan. Destinasi perlu mengelola jumlah pengunjung, mengatur aktivitas, dan menegakkan perilaku bertanggung jawab baik dari wisatawan maupun operator wisata. Ini memastikan aset lingkungan dan budaya tetap terjaga.

 

Manfaat Pariwisata Bereklanjutan

1. Pelestarian lingkungan

Praktik pariwisata berkelanjutan berkontribusi pada pelestarian habitat alam, satwa liar, dan ekosistem. Dengan mengurangi polusi dan konsumsi sumber daya, destinasi ini tetap terjaga dan indah.

2. Pembangunan ekonomi

Ekonomi lokal berkembang ketika pariwisata berkelanjutan diterapkan. Sektor ini menciptakan lapangan kerja, merangsang kewirausahaan lokal, dan menyediakan sumber pendapatan yang stabil bagi masyarakat, mengurangi kemiskinan dan ketergantungan pada bantuan eksternal.

3. Pelestarian budaya

Pariwisata berkelanjutan mendorong pelestarian warisan budaya. Ketika wisatawan berinteraksi dengan budaya lokal dengan rasa hormat, ini membantu menjaga keaslian budaya tersebut.

Meskipun pariwisata berkelanjutan menawarkan banyak manfaat, ia juga menghadapi tantangan. Menyeimbangkan pembangunan pariwisata dengan pelestarian lingkungan dan budaya bisa rumit. Menemukan keseimbangan yang tepat memerlukan perencanaan yang cermat, regulasi yang efektif, dan pendidikan berkelanjutan baik untuk wisatawan maupun industri pariwisata.

Pariwisata berkelanjutan bukan hanya tren, ini adalah kebutuhan untuk kesejahteraan daerah dan kemakmuran masyarakat lokal. Dengan mengadopsi praktik yang bertanggung jawab, para wisatawan dapat menjelajahi destinasi wisata sambil memastikan keindahan alam, budaya, dan tradisi yang mereka temui akan bertahan untuk generasi mendatang. (Ami Fatimatuz Zahro’)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.