Lunasi Utang Ke Bank Mandiri, BSM Lines (BSML) Bakal Rights Issue Maksimal Rp120 M

AKURAT.CO - PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), emiten jasa pengangkutan laut dan logistik, akan melakukan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue usai mendapatkan pernyataan efektif dari OJK yang dijadwalkan pada 26 Oktober 2023.
Dalam prospektus perusahaan, disebutkan jumlah saham baru yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya adalah 400 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp300 per saham. Artinya, perseroan membidik sebanyak-banyaknya Rp120 miliar dana segar.
Dalam rights issue kali ini, PT Goldfive Investment Capital yang menggenggam 46,62% dari total saham perseroan dan Nengah Rama Gautama yang mengempit 14%dari total saham perseroan menyatakan tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya dan akan mengalihkan seluruh HMETD yang dimilikinya kepada investor publik untuk dilaksanakan, di mana PT Samuel Sekuritas Indonesia bertindak selaku Agen Penjual.
Baca Juga: RUPSLB Bank Neo Commerce Restui Rencana Rights Issue
"Perseroan telah mendapatkan persetujuan sehubungan dengan rencana right issue ini lewat RUPSLB pada 22 Mei 2023," tulis prospektus perseroan dikutip Sabtu (9/9/2023).
Ditambahkan, seluruh dana yang diperoleh dari hasil rights issue setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan secara berurutan untuk pelunasan seluruh dan/atau sebagian pokok utang kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Jika masih bersisa, akan digunakan untuk modal kerja dan/atau operational expenditure (opex) perseroan termasuk dan tidak terbatas pada beban operasional, biaya administrasi dan umum, utang usaha, sewa/charter kapal, beban jasa pendukung angkutan laut dan beban operasional lainnya.
Tambahan informasi, posisi utang perseroan per 31 Mei 2023 yang diambil dari laporan keuangan konsolidasian perseroan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Jamaludin, Ardi, Sukimto dan Rekan (Audittrust International) dengan opini tanpa modifikasian mencapai Rp148,8 miliar yang terdiri dari utang jangka pendek Rp46,9 miliar dan utang jangka panjang Rp101,9 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 2Setelah 'Cabut' dari Timnas Portugal, Masa Depan Cristiano Ronaldo dalam Ketidakpastian
- 3Prediksi Belgia vs Turki 3 Oktober 2026: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 4Asian Games: Indonesia Berpeluang Raih 5 Emas Besok, Padel Salah Satunya!
- 5Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 6Moto3 Jepang: Tanpa Alasan! Hiroshi Aoyama Tuntut Veda Ega Pratama dan Zen Mitani All Out di 'Kandang'
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








