Akurat Logo

Prabowo Jalan Berdampingan dengan Puan Saat Tinjau Monumen Pancasila Sakti

Moehamad Dheny Permana | 1 Oktober 2026, 11:17 WIB
Prabowo Jalan Berdampingan dengan Puan Saat Tinjau Monumen Pancasila Sakti
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Ketua DPR RI, Puan Maharani. - Youtube Sekretariat Presiden

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menyempatkan diri untuk berbincang dan jalan beriringan dengan Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani.

Momen tersebut terekam saat Presiden Prabowo meninggalkan lokasi upacara usai memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/9/2026).

Prabowo yang kala itu ditemani Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, awalnya hendak meninjau Monumen Pancasila Sakti, di Lubang Buaya, Jakarta.

Baca Juga: Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026, Prabowo Kenang Jasa Para Pahlawan Revolusi

Prabowo berjalan di bagian depan, sementara Gibran membuntuti di bagian belakang bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

Namun saat di tengah jalan, Presiden Prabowo seraya mempersilakan Puan untuk jalan beriringan di sampingnya. Keduanya terlihat melakukan perbincangan selama berjalan menuju monumen.

Saat tiba di lubang buaya, dia menyempatkan untuk memanjatkan doa. Prabowo berdiri sendiri di barisan depan. Sementara di barisan belakangnya terdapat Fadli Zon, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Puan, dan Wapres Gibran yang berdiri paling pojok kiri.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memimpin secara langsung upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Rangkaian upacara diawali dengan salam kebangsaan yang diiringi lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan dengan penghormatan kebesaran, dan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara.

Dalam suasana yang khidmat, Presiden Prabowo memimpin peserta untuk mengheningkan cipta, mengenang jasa para pahlawan revolusi yang gugur dalam mempertahankan ideologi bangsa.

Baca Juga: 50 Ucapan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026, Singkat dan Penuh Makna

"Untuk mengenang jasa para pahlawan, para pejuang bangsa, dan terutama para pahlawan revolusi. Mengheningkan cipta, mulai," ucap Prabowo.

Kemudian selanjutnya pembacaan teks Pancasila oleh Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, disusul pembacaan naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 oleh Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.

Adapun Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan sekaligus menandatangani naskah ikrar. Rangkaian upacara diakhiri dengan pembacaan doa oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.