Di Rapat Paripurna, Dasco Sampaikan Pesan Puan Soal Etika Politik dalam Pemilu 2024

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pidato Ketua DPR RI Puan Maharani, di Rapat Paripurna ke-13, Masa Sidang IV, Tahun 2023/2024. Diketahui, Puan tengah melakukan kunjungan kerja ke Paris, Prancis.
Pidato tersebut berisi tentang beberapa poin, salah satunya adalah tahapan pelaksanaan Pemilu 2024, yang telah sampai pada rekapitulasi suara, dan menuju penetapan hasil pemilu, penanganan permohonan perselisihan hasil pemilu dan terakhir pengucapan sumpah atau janji presiden dan wapres, anggota DPR RI, DPD RI, serta DPRD Provinsi dan kabupaten/kota.
Baca Juga: DPR Kembali Buka Masa Sidang Usai Pemilu 2024, Cuma Dihadiri 290 Orang dari Total 575 Anggota
"Setiap tahapan pemilu 2024 membutuhkan komitmen semua pihak penyelenggara Pemilu pemerintah dan partai politik untuk menjalankan Pemilu sesuai amanat konstitusi yaitu pemilu secara luber jurdil," ucap Puan, dibacakan Dasco, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (5/3/2024).
"Yang terpenting bagi kita semua adalah negara harus dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan rakyat menggunakan kedaulatan hak suaranya secara bebas," tambahnya.
Dasco kemudian membacakan poin tentang pesan Puan yang mengatakan, etika politik menang kalah dalam pemilu adalah hal biasa. Etika tersebut juga harus dibarengi dengan etika politik para penyelenggara pemilu, yang harus melaksanakan tugasnya dengan baik.
"Pemilu sebagai kompetisi maka menang dan kalah selalu ada dalam Pemilu, kita dituntut untuk memiliki etika politik untuk siap kalah dan siap menang. Akan tetapi pada saat yang bersamaan etika politik yang selama ini dituntut untuk dimiliki bagi penyelenggara Pemilu yang bebas jujur dan adil," beber Dasco.
"Etika politik untuk siap kalah dan siap menang harus disertai dengan etika politik penyelenggaraan Pemilu yang bebas jujur dan adil," sambung dia.
Baca Juga: Dugaan Kecurangan di Pemilu 2024 Merajalela, Bawaslu Makin Layak Dibubarkan
Karena begitulah, dia mengatakan DPR juga bertanggung jawab untuk menciptakan Pemilu sebagai prosedur demokrasi yang harus berada dalam budaya politik yang makin maju, yang ditunjukan dengan cara berpolitik yang semakin beradab dan mencerdaskan kehidupan rakyat.
"DPR RI Mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang menggunakan hak pilihnya secara aktif pada 14 Februari lalu dan tetap menjaga ketertiban dan persatuan Indonesia walaupun pilihan rakyat berbeda beda. Tetapi untuk bangsa dan negara hanya ada merah putih yaitu NKRI, Pancasila, UUD RI 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla








