Gibranku Sayangkan Sikap Diam Parpol Koalisi Terkait Isu Ijazah, Singgung Solidaritas dan Kesetiaan

AKURAT.CO Relawan pendukung Gibran Rakabuming Raka, yang tergabung dalam Jaringan Nasional Gibranku, menyampaikan keprihatinan atas minimnya suara dan pembelaan partai politik terkait isu ijazah yang kembali diarahkan kepada wakil presiden.
Ketua Umum Gibranku, Ananta Agung Junaedy, menyoroti adanya kecenderungan dari partai koalisi yang lebih memilih untuk "main aman" di tengah pusaran isu ini.
Sikap pasif dari para elite politik dinilai telah mengabaikan prinsip solidaritas dan kesetiaan yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam sebuah koalisi.
Menurutnya, kesetiaan politik tidak seharusnya hanya berlaku pada saat masa kampanye, pembagian kursi, atau penentuan peran strategis semata. Kesetiaan sejati harus hadir sebagai tameng pelindung saat tokoh yang diusung menghadapi serangan opini publik yang tidak berdasar.
"Kami di akar rumput terus bergerak dan pasang badan, namun kami melihat hampir tidak ada pembelaan yang proporsional dari partai politik yang selama ini berdiri di barisan yang sama,” ujar Ananta Agung, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (27/9/2026).
Baca Juga: Gibran Ingatkan Nakes Antisipasi Penyakit Pascabanjir Bandang di Solok
"Sangat disayangkan jika kalkulasi politik membuat kawan-kawan koalisi terkesan 'main aman' dan membiarkan tokohnya diserang sendirian. Kami ingin mengingatkan kembali kepada partai politik: kesetiaan itu diuji saat ada badai, bukan hanya saat laut sedang tenang," jelasnya.
Melalui pernyataan sikap, Gibranku menyampaikan tiga poin harapan kepada parpol koalisi:
1. Konsistensi Pembelaan: Partai politik pengusung dan pendukung diharapkan tidak hanya bersedia menikmati hasil kerja keras politik bersama, tetapi juga berani memikul tanggung jawab untuk meluruskan disinformasi di ruang publik. Isu ijazah ini adalah bentuk serangan pembunuhan karakter yang harus dilawan secara kolektif, bukan malah dihindari demi zona nyaman.
2. Martabat dan Kesetiaan Politik: Koalisi yang sehat dan bermartabat dibangun di atas rasa saling percaya dan saling melindungi. Sikap diam dan langkah "main aman" dari parpol justru menimbulkan tanda tanya besar di kalangan relawan dan masyarakat luas mengenai ke mana arah sebenarnya kesetiaan partai-partai tersebut.
3. Sinergi Elite dan Akar Rumput: Relawan menuntut agar elite partai politik segera merapatkan barisan, membuang jauh-jauh sikap pragmatis, dan menunjukkan ketegasan di hadapan media. Solidaritas di tingkat elite sangat krusial untuk menjaga ketenangan, moral, dan semangat juang para pendukung di tingkat bawah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 4Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 5Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 6Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 7Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 8Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla


