Akurat Logo

Gibranku Sayangkan Sikap Diam Parpol Koalisi Terkait Isu Ijazah, Singgung Solidaritas dan Kesetiaan

Wahyu SK | 28 September 2026, 01:50 WIB
Gibranku Sayangkan Sikap Diam Parpol Koalisi Terkait Isu Ijazah, Singgung Solidaritas dan Kesetiaan
Ketum Gibranku, Ananta Agung Junaedy, singgung solidaritas parpol koalisi terkait isu ijazah Gibran Rakabuming Raka. - Foto: Gibranku

AKURAT.CO Relawan pendukung Gibran Rakabuming Raka, yang tergabung dalam Jaringan Nasional Gibranku, menyampaikan keprihatinan atas minimnya suara dan pembelaan partai politik terkait isu ijazah yang kembali diarahkan kepada wakil presiden.

Ketua Umum Gibranku, Ananta Agung Junaedy, menyoroti adanya kecenderungan dari partai koalisi yang lebih memilih untuk "main aman" di tengah pusaran isu ini.

Sikap pasif dari para elite politik dinilai telah mengabaikan prinsip solidaritas dan kesetiaan yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam sebuah koalisi.

Menurutnya, kesetiaan politik tidak seharusnya hanya berlaku pada saat masa kampanye, pembagian kursi, atau penentuan peran strategis semata. Kesetiaan sejati harus hadir sebagai tameng pelindung saat tokoh yang diusung menghadapi serangan opini publik yang tidak berdasar.

"Kami di akar rumput terus bergerak dan pasang badan, namun kami melihat hampir tidak ada pembelaan yang proporsional dari partai politik yang selama ini berdiri di barisan yang sama,” ujar Ananta Agung, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (27/9/2026).

Baca Juga: Gibran Ingatkan Nakes Antisipasi Penyakit Pascabanjir Bandang di Solok

"Sangat disayangkan jika kalkulasi politik membuat kawan-kawan koalisi terkesan 'main aman' dan membiarkan tokohnya diserang sendirian. Kami ingin mengingatkan kembali kepada partai politik: kesetiaan itu diuji saat ada badai, bukan hanya saat laut sedang tenang," jelasnya.

Melalui pernyataan sikap, Gibranku menyampaikan tiga poin harapan kepada parpol koalisi:

1. Konsistensi Pembelaan: Partai politik pengusung dan pendukung diharapkan tidak hanya bersedia menikmati hasil kerja keras politik bersama, tetapi juga berani memikul tanggung jawab untuk meluruskan disinformasi di ruang publik. Isu ijazah ini adalah bentuk serangan pembunuhan karakter yang harus dilawan secara kolektif, bukan malah dihindari demi zona nyaman.

2. Martabat dan Kesetiaan Politik: Koalisi yang sehat dan bermartabat dibangun di atas rasa saling percaya dan saling melindungi. Sikap diam dan langkah "main aman" dari parpol justru menimbulkan tanda tanya besar di kalangan relawan dan masyarakat luas mengenai ke mana arah sebenarnya kesetiaan partai-partai tersebut.

3. Sinergi Elite dan Akar Rumput: Relawan menuntut agar elite partai politik segera merapatkan barisan, membuang jauh-jauh sikap pragmatis, dan menunjukkan ketegasan di hadapan media. Solidaritas di tingkat elite sangat krusial untuk menjaga ketenangan, moral, dan semangat juang para pendukung di tingkat bawah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK