Akurat Logo

PRINTRIDI dan Krista Exhibitions Gabungkan Teknologi Cetak 2D dan 3D di ALLPrint Indonesia 2026

Winna Wandayani | 27 September 2026, 23:26 WIB
PRINTRIDI dan Krista Exhibitions Gabungkan Teknologi Cetak 2D dan 3D di ALLPrint Indonesia 2026
PRINTRIDI dan Krista Exhibitions Gabungkan Teknologi Cetak 2D dan 3D di ALLPrint Indonesia 2026 (Krista Exhibitions)

AKURAT.CO Asosiasi PRINTRIDI dan Krista Exhibitions Group menjalin kerja sama untuk mengintegrasikan teknologi percetakan 2D dan 3D dalam ajang ALLPrint Indonesia 2026. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Selasa (22/9/2026).

Kerja sama tersebut melibatkan Ketua Asosiasi PRINTRIDI sekaligus Eric Rudolf Thedjasurya selaku Direktur Evolusi 3D, dan Daud D. Salim selaku CEO Krista Exhibitions Group. Keduanya mendorong pemanfaatan teknologi additive manufacturing atau 3D printing di berbagai sektor industri Indonesia.

Daud mengatakan integrasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan pelaku industri dan pengguna teknologi. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai solusi di bidang percetakan.

"Melalui ALLPrint Indonesia 2026, kami ingin mempertemukan teknologi, pelaku industri, dan pengguna dalam satu platform untuk berbagi pengetahuan," ujar Daud, dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (27/9/2026).

ALLPrint Indonesia 2026 akan berlangsung pada 7-10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Dalam pameran tersebut, pengunjung dapat melihat penerapan teknologi 2D dan 3D melalui sesi berbagi wawasan serta demonstrasi secara langsung.

Penerapannya mencakup pembuatan prototipe, mainan, merchandise, signage, komponen produksi hingga kebutuhan di bidang medis. Integrasi tersebut juga menunjukkan bahwa teknologi 3D printing tidak hanya digunakan untuk membuat produk jadi, tetapi dapat diterapkan dalam proses produksi di berbagai sektor.

Eric mengatakan kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk memperluas pemanfaatan 3D printing di industri Indonesia. "Ini adalah kali pertama pameran 2D printing dan 3D printing berkolaborasi secara terintegrasi di Indonesia," ujar Eric.

Menurutnya, penggabungan kedua teknologi tersebut dapat membuka peluang penerapan baru bagi pelaku usaha dan industri. Asosiasi PRINTRIDI juga mengajak praktisi, akademisi, produsen, serta pengguna teknologi 3D printing untuk terlibat dalam ALLPrint Indonesia 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.