Pembebasan Aktivis Indonesia Jadi Momentum Desak Sanksi untuk Israel

AKURAT.CO Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI mendorong pemerintah memanfaatkan momentum pembebasan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan Israel untuk memperkuat tekanan diplomatik internasional terhadap negara tersebut.
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menilai, keberhasilan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membebaskan para WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menunjukkan diplomasi Indonesia tetap efektif meski tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
“Tanpa perlu memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, Kemlu mampu melakukan koordinasi efektif dengan sejumlah negara sahabat seperti Turki, Mesir, dan Yordania,” kata Hidayat dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Politikus PKS yang akrab disapa HNW itu menyebut langkah pemerintah membuktikan negara hadir menjalankan amanat konstitusi dalam melindungi warga negara Indonesia di luar negeri.
Meski demikian, ia meminta pemerintah terus mengawal proses kepulangan seluruh WNI hingga tiba dengan aman di Tanah Air.
Menurut HNW, insiden penahanan aktivis kemanusiaan oleh Israel tidak boleh berhenti hanya pada proses evakuasi warga negara.
Ia menilai Indonesia perlu mengambil peran lebih besar di forum internasional, terlebih saat ini Indonesia menjabat Ketua Dewan HAM PBB.
Ia mendorong pemerintah membangun solidaritas bersama negara-negara lain yang warganya juga menjadi korban tindakan Israel guna memperkuat dorongan pemberian sanksi internasional.
“Langkah itu akan semakin bermakna bila Indonesia bersama negara-negara lain terus mengupayakan langkah hukum hingga dikenakannya sanksi kepada Israel atas pelanggaran HAM dan hukum internasional,” ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Matangkan Kebijakan DHE dan Ekspor SDA via BUMN
Selain mendorong langkah diplomatik, HNW juga memberikan apresiasi kepada para aktivis kemanusiaan yang tetap berupaya menembus blokade Gaza demi menyalurkan bantuan bagi warga Palestina.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan yang menunjukkan keberanian besar di tengah risiko yang dihadapi.
Di sisi lain, HNW mengecam tindakan Israel terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla.
Ia menyoroti dugaan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi selama proses penahanan.
“Tindakan tersebut semakin menunjukkan adanya pelanggaran HAM dan hukum internasional yang harus menjadi perhatian dunia,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono memastikan sembilan WNI yang sempat ditahan militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 telah keluar dari wilayah Israel dan tiba di Istanbul, Turki.
“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel,” ujar Sugiono.
Ia menjelaskan pemerintah terus melakukan koordinasi intensif sejak menerima laporan pencegatan kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 oleh militer Israel.
Upaya diplomatik dilakukan melalui berbagai jalur internasional dengan melibatkan Kedutaan Besar RI di Ankara, Kairo, Roma, dan Amman, serta Konsulat Jenderal RI di Istanbul.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








