PDIP Respons Wacana Koalisi Permanen: Koalisi Kami dengan Rakyat

AKURAT.CO DPP PDI Perjuangan (PDIP) menanggapi wacana koalisi permanen yang disebut tengah dibahas Fraksi Partai Golkar bersama Partai Gerindra. Bagi PDIP, koalisi yang bersifat permanen adalah dengan rakyat.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menegaskan partainya berpegang pada prinsip kedaulatan rakyat dalam sistem politik pascareformasi.
“Kalau bagi PDI Perjuangan, koalisi permanen itu dengan rakyat. Sistem politik kita pasca jatuhnya Soeharto mengembalikan makna kekuasaan itu untuk rakyat, dari rakyat, dan oleh rakyat. Itu yang kami pegang,” kata Hasto kepada wartawan usai acara Soekarno Run di kawasan GBK Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026).
Menurut Hasto, orientasi politik PDIP tidak bertumpu pada konfigurasi kekuatan elite semata, melainkan pada kepentingan rakyat luas.
Meski demikian, ia mengakui dinamika politik nasional bersifat cair dan terbuka terhadap berbagai kemungkinan kerja sama antarpartai.
“Dinamika politik itu sangat dinamis. Perubahan konfigurasi peta politik nasional memungkinkan adanya kerja sama antarpartai,” ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa apabila ada partai yang menggagas koalisi permanen, hal tersebut merupakan bagian dari kedaulatan masing-masing partai.
Baca Juga: Soekarno Run 2026 Pecah! 10.000 Pelari Ramaikan HUT PDIP di Senayan
“Kalau ada partai menggagas kerja sama permanen, bagi PDI Perjuangan kami tidak mencampuri kedaulatan partai lain,” tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengungkapkan komunikasi lintas partai terkait wacana koalisi permanen terus berjalan.
Salah satu partai yang telah diajak berdiskusi adalah Partai Gerindra.
“Kalau bicara antarfraksi mungkin secara obrolan sudah. Kepada Gerindra sudah pasti kita pernah bicarakan tentang pentingnya koalisi permanen,” kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, koalisi permanen diperlukan untuk menjaga stabilitas politik hingga 2029 dan seterusnya.
Ia menilai perjalanan pemerintahan ke depan tidak selalu berjalan mulus dan akan menghadapi berbagai kebijakan dilematis.
“Kadang-kadang antara yang viral dan yang penting itu menjadi pilihan yang tidak terhindarkan. Dalam posisi seperti itu perlu koalisi yang kuat,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









