Said Didu Buka-bukaan Soal Pertemuan Tertutup Prabowo dan Para Tokoh di Kertanegara

AKURAT.CO Sekretaris Kementerian BUMN periode 2005–2010, Said Didu, mengungkapkan pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto yang berlangsung pada Jumat (30/1/2026).
Pertemuan tersebut digelar di kediaman Presiden di Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan berlangsung selama sekitar 165 menit.
Said Didu hadir bersama sejumlah tokoh nasional lainnya.
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo mempresentasikan secara langsung berbagai kebijakan strategis yang bertujuan mempercepat perbaikan bangsa, meski didampingi sekitar 10 staf kepercayaan.
“Pertemuan berlangsung pukul 17.00 hingga sekitar 20.45. Bapak Presiden mempresentasikan sendiri berbagai kebijakan strategis untuk percepatan perbaikan bangsa. Walaupun didampingi sekitar 10 orang staf kepercayaan, presentasi tetap disampaikan langsung oleh Presiden,” tulis Said Didu melalui akun media sosial X miliknya, @msaid_didu, Minggu (1/2/2026).
Ia menuturkan, diskusi berjalan dinamis dan Presiden Prabowo secara serius mendengarkan berbagai pandangan serta masukan, termasuk isu-isu strategis dan sensitif demi kepentingan bangsa ke depan.
Baca Juga: Di Hadapan Prabowo, Abraham Samad Minta Pemberantasan Korupsi Jadi Prioritas Nasional
“Kami sepakat bahwa agenda pengembalian kedaulatan negara dan rakyat harus menjadi prioritas, termasuk pemberantasan korupsi, pengelolaan kembali sumber daya alam, dan isu-isu strategis lainnya,” ujarnya.
Menurut Said Didu, sejumlah topik penting turut dibahas dalam pertemuan tersebut, antara lain reformasi Kepolisian Republik Indonesia, isu Board of Peace (BoP) Gaza, serta persoalan strategis lainnya. Ia menilai hal ini menunjukkan keterbukaan Presiden Prabowo terhadap dialog dan kritik.
“Ini menunjukkan bahwa Bapak Presiden sangat terbuka untuk berdiskusi,” katanya.
Lebih lanjut, Said Didu menegaskan sikapnya untuk bersikap kritis terhadap pihak-pihak yang dinilai menghambat agenda pengembalian kedaulatan negara.
“Setelah pertemuan ini, kami akan bersikap oposisi terhadap pihak-pihak yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan politik, ekonomi, hukum, sumber daya alam, dan kedaulatan wilayah yang selama ini direbut oleh oligarki beserta antek-anteknya,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memang bertemu dengan sejumlah tokoh nasional yang selama ini dikenal berada di luar pemerintahan atau kerap disebut sebagai oposisi. Pertemuan itu berlangsung pada Jumat malam (30/1/2026).
Hal tersebut disampaikan Sjafrie saat memberikan materi dalam kegiatan Retret Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kementerian Pertahanan, Cibodas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026).
“Tadi malam Bapak Presiden bertemu dengan beberapa tokoh nasional yang selama ini disebut-sebut sebagai oposisi,” ujar Sjafrie.
Baca Juga: Thailand Masters: Ubed Lengkapi Dominasi Indonesia, Skuad Cipayung Borong 4 Gelar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










