Bawaslu Waspadai Ancaman AI dan Deepfake dalam Pengawasan Pemilu

AKURAT.CO Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk mewaspadai dampak perubahan digital terhadap pengawasan Pemilu.
Pernyataan ini disampaikan dalam diskusi bertema “Antisipasi Perkembangan AI dan Model Pengawasan Digital di Pemilu” bersama Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPPDEM) di Media Center Bawaslu RI, Jumat (14/11/2025).
“Regulasi tetap, tetapi realitas digital berubah begitu cepat,” ujar Lolly. Ia menekankan bahwa pengalaman pengawasan Pemilu 2024 menunjukkan arus informasi kini bergerak jauh lebih cepat dibanding mekanisme manual atau kebijakan yang ada.
Data dari Mafindo, Perludem, Pusiko UGM, hingga tim cek fakta mengungkapkan bahwa pengawasan tradisional tidak lagi memadai di era digital yang berlangsung 24 jam.
Untuk itu, Bawaslu telah berkolaborasi dengan platform digital seperti TikTok, Meta, dan YouTube, sekaligus memimpin Koalisi Lawan Hoaks Pemilu untuk mempercepat klarifikasi dan menangkal disinformasi.
Namun, Lolly menegaskan, ancaman baru berupa deepfake, manipulasi audio, dan visual berbasis AI menjadi tantangan berikutnya.
Baca Juga: KPU: Ancaman AI terhadap Pemilu Kian Nyata
“AI memberi peluang, tapi juga jebakan,” ujarnya.
Bawaslu kini menyiapkan peningkatan kapasitas internal dan merancang model pengawasan berbasis AI.
Tahun 2026, lembaga ini menargetkan kerja sama lebih luas dengan para ahli teknologi untuk membangun sistem aman sekaligus operasional di lapangan.
Selain itu, penguatan manajemen krisis informasi menjadi prioritas. Lolly menekankan, jika klarifikasi terlambat, misinformasi akan sulit dikejar.
Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan adalah Indeks Kerawanan Pemilu sebagai early warning system untuk mendeteksi potensi kampanye hitam, ujaran kebencian, dan narasi pemecah belah sejak dini.
“Pengawasan digital berbasis AI bukan lagi wacana, ini kebutuhan nyata untuk menghadapi tantangan Pemilu modern,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








