IPR: Bahlil Jadi Menteri yang Paling Cepat Menerjemahkan Arahan Presiden Prabowo

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dinilai sebagai salah satu menteri yang paling cepat dan tepat dalam menerjemahkan pemikiran dan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Penilaian itu disampaikan Direktur Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, dalam podcast Akurat Talk yang dipandu Pemimpin Redaksi Akurat.co, Aldi Gultom, dikutip Sabtu (6/12/2025).
“Menurut saya, Pak Bahlil ini adalah salah satu menteri yang cepat menerjemahkan apa yang diinginkan Presiden. Menteri yang cepat melakukan eksekusi ketika ada arahan,” ujar Iwan.
Iwan menyebut banyak contoh konkret yang memperlihatkan kecepatan Bahlil dalam merealisasikan perintah Presiden, mulai dari penataan ulang sektor pertambangan hingga program hilirisasi nasional.
“Nah, soal target produksi minyak misalnya. Kemudian pengaturan ulang tambang di Indonesia, hilirisasi, hingga pemberantasan tambang ilegal,” jelasnya.
Baca Juga: 1.600 Personel Gabungan Amankan Perayaan Natal Gereja Tiberias di GBK
Lebih jauh, Iwan menyoroti bagaimana Bahlil mampu menjalankan political will Presiden Prabowo yang menekankan perspektif kerakyatan dalam pengelolaan sumber daya alam. Yang selama ini dinilai terlalu menguntungkan korporasi besar.
“Selama ini yang mengambil keuntungan besar dari nikel, emas, batu bara itu kan korporasi besar. Sekarang yang diutamakan adalah rakyat—melalui koperasi UMKM maupun ormas,” tambahnya.
Menurut Iwan, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo agar manfaat sumber daya alam dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya oleh pelaku usaha skala besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 6Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 7Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 8Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo









