Bawaslu Prihatin Jumlah Partisipasi Pemilih di Pilkada Serentak 2024 Menurun

AKURAT.CO Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Lolly Suhenty, menyampaikan keprihatinannya terkait penurunan partisipasi pemilih dalam pelaksanaan pemilu.
Menurutnya, momentum pemilu seharusnya menjadi kesempatan penting bagi seluruh warga negara untuk berpartisipasi aktif. Namun kenyataannya, partisipasi justru menurun.
"Penurunan partisipasi ini kita semua prihatin sebenarnya. Karena seharusnya kan ini itu momentum penting buat semua warga negara. Bahwa praktiknya hari ini ternyata menurun, maka kita semua punya kewajiban melakukan refleksi dan evaluasi," kata Lolly kepada wartawan, Rabu (4/12/2024).
Dia menambahkan, ada beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebab menurunnya partisipasi pemilih. Salah satunya adalah, pengurangan ukuran Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang membuat lokasi TPS lebih jauh dijangkau oleh sebagian pemilih.
Baca Juga: Bawaslu Tangani Ribuan Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkada Serentak 2024
"Bisa jadi orang secara teknis kemudian punya kendala sehingga dia tidak mampu menjangkau TPS," ujarnya.
Selain itu, dia juga menyoroti kemungkinan bahwa jarak waktu yang terlalu dekat antara pemilu dengan pilkada menjadi salah satu penyebab penurunan partisipasi. "Secara yang lain bisa jadi karena terlalu dekat antara pemilu dengan pilkada," imbuhnya.
Mengenai upaya sosialisasi, Bawaslu telah melakukan langkah-langkah masif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, baik melalui media sosial, media cetak, maupun transformasi informasi lainnya.
"Kalau kami dari Bawaslu melihatnya, kalau sosialisasi kita sudah jor-joran ya. Baik di media sosial, baik di media cetak, teman-teman juga kan melakukan transformasi informasi sedemikian rupa," katanya.
Meski demikian, Lolly menilai penting untuk melakukan survei langsung ke masyarakat untuk mengidentifikasi alasan di balik penurunan partisipasi ini. "Karena ada uji publik mungkin menarik juga. Kalau kita kemudian survei langsung ke lapangan apa yang membuat turun," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








