Kepala Desa Jadi Rebutan Kandidat Pilkada, Peneliti SPD: Magnet Elektoral yang Menggiurkan

AKURAT.CO Peneliti dari Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), Dian Permata, mengungkapkan, posisi kepala desa menjadi incaran banyak pasangan calon kepala daerah dalam Pilkada Serentak 2024.
Dian menjelaskan, kepala desa dianggap sebagai representasi produk demokrasi yang telah teruji efektivitasnya.
"Kepala desa ini seperti ‘gadis cantik’ yang diincar banyak pihak. Magnet elektoralnya begitu kuat," ujar Dian dalam konferensi pers di kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2024).
Baca Juga: Jokowi Makin Terbuka Dukung Luthfi-Yasin di Pilkada Jateng
Ia menyoroti, pelanggaran netralitas kepala desa sebenarnya sudah terlihat sejak Pemilu 2024 dan diperkirakan akan semakin meningkat pada Pilkada Serentak yang dijadwalkan pada 27 November mendatang.
"Karena itu, dalam Indeks Kerawanan Pemilihan, pengawasan terhadap netralitas kepala desa dan aparat desa jadi instrumen penting," jelas Dian.
Di sisi lain, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, melaporkan bahwa sebanyak 130 kasus terkait netralitas kepala desa telah diregister oleh Bawaslu.
Dari jumlah tersebut, 12 kasus terbukti sebagai tindak pidana pemilihan, 97 lainnya merupakan pelanggaran peraturan perundangan, dan 42 tidak termasuk kategori pelanggaran.
Baca Juga: Bawaslu: 195 Kepala Desa Terjerat Dugaan Pelanggaran Netralitas di Pilkada 2024
"Sejauh ini ada 195 dugaan pelanggaran netralitas kepala desa. Dari jumlah itu, 130 sudah diregister, 55 tidak diregister, dan 10 lainnya masih dalam proses," kata Bagja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








