Akurat

Banjir Dukungan, Timses RIDO Harap Program Kerja Tersosialisasikan dengan Baik

Atikah Umiyani | 12 Oktober 2024, 23:10 WIB
Banjir Dukungan, Timses RIDO Harap Program Kerja Tersosialisasikan dengan Baik

AKURAT.CO Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) telah mendapat dukungan dari 300 organisasi relawan, dan diyakini jumlahnya akan terus bertambah hingga 1.000 lebih.

Ketua Bidang Penggalangan Relawan RIDO, Mira Hendriastuti Kusuma, berharap dukungan ini dapat mendulang kemenangan pasangan RIDO di Pilkada Jakarta 2024.

"Kalau di data kita sampai sekarang ini hampir 300 dan target kita sampai 1.000, luar biasa ini berdatangan terus," kata Mira di DPD Golkar DKI Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/10/2024).

Baca Juga: Ridwan Kamil Berduka atas Wafatnya Prof. Danisworo: Beliau Ayah Kedua Saya

Beberapa relawan yang mendeklarasikan padangan RIDO pada hari ini berasal dari Relawan Star RIDO, Rajawali Bintang Timur 08, Yayasan Disabilitas Kreatif Indonesia (YDKI), Persatuan Garda Nusantara (PEGASUS), Komunitas UMKM Jaksel, dan BAJU RIDO.

Mira yakin dukungan terhadap pasangan RIDO akan terus mengalir. Mereka diharapkan bisa mensosialisasikan seluruh program RIDO ke tengah masyarakat.

"Bukan hanya mendeklarasikan diri saja, deklarasi itu kan simbolis, tapi lebih kepada hati mereka, diri mereka memang berniat untuk kemenangan Bang Ridwan Kamil dan Mas Suswono," ucap Mira.

Lebih lanjut, Mira juga mengatakan bahwa permasalahan di Jakarta sangat kompleks. Menurutnya, relawan bisa turut serta memberikan masukan hingga mensosialisasikan program-program RIDO hingga ke akar rumput masyarakat.

"Jadi, memang permasalahan Jakarta ini kompleks sekali, relawan ini bisa membantu kita untuk jemput bola menyampaikan aspirasi itu ke Bang Ridwan Kamil dan Mas Suswono," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.