Dilantik 20 Oktober, Prabowo Diharapkan Bisa Keluar dari Bayang-bayang Jokowi

AKURAT.CO Masyarakat disebut mengalami kekecewaan yang besar terhadap Presiden Joko Widodo. Kekecewaan itu diharapkan tidak berlanjut ke Prabowo Subianto yang akan menjabat per 20 Oktober 2024.
Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, mengatakan kekecewaan itu bisa terlihat dari semangat masyarakat dalam melakukan aksi besar-besaran untuk menolak RUU Pilkada yang baru terjadi belakangan ini.
Baca Juga: Jokowi Apresiasi Kesetiaan PAN yang Konsisten Dukung Prabowo Selama Tiga Pilpres Berturut-turut
Di sisi lain, Hensat menilai, aksi itu juga bisa disimbolkan sebagai sikap masyarakat yang tidak sabar menanti kepemimpinan Prabowo. Menurutnya, banyak masyarakat yang yakin bahwa Prabowo mampu menjadi pemimpin yang lebih baik dari Jokowi.
"Saya melihat ketergesa-gesaan akan rakyat yang menantikan gaya kepemimpinan Prabowo, mereka berharap Prabowo bisa membawa demokrasi lebih baik serta menjadi presiden yang independen," kata Hensat di Jakarta, Sabtu (24/8/2024).
Dia berharap, keinginan dan cica-cita masyarakat tersebut bisa didengar dan diwujudkan oleh Prabowo.
"Buat saya, semoga harapan masyarakat itu bisa didengar oleh pak Prabowo sehingga ia nanti bisa bergerak dengan cepat memperbaiki masalah demokrasi di negeri ini sesudah dilantik pada 20 Oktober 2024 nanti," ujarnya.
Salah satu caranya, Prabowo harus menjadi pemimpin negara yang independen. Begitu juga dalam mengeluarkan atau membuat kebijakan-kebijakan negara.
"Sehingga, Prabowo tidak di cap oleh masyarakat sebagai sosok yang selalu berada di bawah bayang-bayang Presiden Joko Widodo," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









