PDIP Dapat Sentimen Negatif, Pengamat: Jokowi Harus Segera Dipecat
Atikah Umiyani | 19 Maret 2024, 14:40 WIB

AKURAT.CO Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, menyarankan agar PDIP segera memberhentikan atau memecat Presiden Joko Widodo atau Jokowi beserta keluarganya dari anggota kepartaian secara aktif.
Karyono mengatakan, usulan itu dilandasi atas langkah-langkah pengkhianatan Jokowi yang dilakukan selama beberapa waktu ke belakang. Pemecatan itu diperlukan agar sikap PDIP bisa menjadi lebih jelas.
"Kalau saya mendorong Jokowi dipecat saja segera secara terbuka, biar jelas. Kan sudah jelas itu kan pengkhianatannya luar biasa. Semua keluarga Jokowi itu memang seharusnya diberhentikan, kalau Bobby kan sudah," kata Karyono kepada wartawan, Selasa (19/3/2024).
Karyono juga mengatakan, pemecatan diperlukan untuk menghindari sentimen negatif terhadap PDIP atas perilaku yang dilakukan oleh Jokowi. Sebab, banyak langkah Jokowi yang akhirnya bertentangan dengan keinginan masyarakat.
"Karena PDIP mendapatkan sentimen negatif, jadi enggak makan nangkanya, kena getahnya. Makanya perlu segera diberhentikan secara terbuka," ujarnya.
"Pengkhianatan-pengkhianatan kan terus berlangsung, kebijakan-kebijakan yang bertentangan dengan semangat reformasi dan melanggar demokrasi masih terus berlanjut," sambungnya.
Jika dibiarkan berlarut-larut, pakar politik itu khawatir PDIP akan semakin banyak menerima dampak negatif.
"Karena kalau tidak nanti image buruk pemerintah, khusunya Jokowi dan keluarganya ini bisa berdampak pada citra PDIP juga, kan remuk dua kali, sudah dikhianati masih mendapat sentimen buruk dari perilaku yang dilakukan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK






