Jokowi Tak Nonton ‘Dirty Vote’, Kecurangan Pemilu Ada Mekanisme

AKURAT.CO Presiden Jokowi mengaku belum menonton dokumenter “Dirty Vote” yang tayang pada masa tenang. Karya sineas dan jurnalis Dandhy Laksono itu mengangkat kecurangan pada pelaksanaan Pemilu 2024.
“Dirty Vote” membedah fakta dan data-data kecurangan. Tiga narasumber pakar hukum tata negara yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti dan Feri Amsari tampil menyampaikan analisa terhadap data-data yang ditayangkan.
“Belum,” kata Jokowi singkat, ketika ditanya apakah sudah menonton dokumenter yang menuai pujian sekaligus tudingan miring.
Baca Juga: Sudah Tonton 'Dirty Vote', JK Tak Lihat Adanya Kebohongan
Menurut Jokowi, ada mekanisme yang berlaku untuk mencegah kecurangan pemilu. Selain melalui Bawaslu, hasil pemilu juga bisa disengketakan di Mahkamah Konstitusi (MK).
Jokowi merespons ketika disinggung pelaksanaan pemilu di luar negeri yang juga dituding curang. Banyak rakyat Indonesia yang sudah mengantre panjang namun tak difasilitasi untuk memilih.
“Semuanya kan ada mekanismenya. Kalau di lapangan, kalau ada kecurangan, bisa dilaporkan ke Bawaslu. Kemudian kalau masih belum, ini kan masih ada gugatan lagi di MK,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat







