Film Dokumenter Dirty Vote Dibilang Hoaks, Pengamat: Mengada-ada
Dwana Muhfaqdilla | 14 Februari 2024, 00:05 WIB

AKURAT.CO Film dokumenter Dirty Vote menjadi pembicaraan hangat akhir-akhir ini. Berbarengan dengan viralnya dokumenter ini, gelombang tuduhan hoaks datang dari berbagai pihak.
Menanggapi hal ini, pengamat politik, Dedi Kurnia Syah Putra, mengatakan, tuduhan hoaks pada film ini mengada-ada.
“Tuduhan hoaks pada film itu jelas mengada-ada, film itu berisi soal analisa dan dokumen visual terkait dengan manuver politik penguasa,” katanya kepada Akurat.co, Selasa (13/2/2024).
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) ini menyebutkan, film dokumenter ini bukan tuduhan kosong.
“Juga bukan menyudutkan pihak spesifik, itu hanya berisi soal bagaimana sikap pemerintah saat ini,” tambahnya.
Dalam penjelasannya, film dokumenter Dirty Vote adalah film biasa, tidak terkait langsung dengan propaganda politik praktis.
“Politisi dan pekerja koalisi saja yang berlebihan dalam menyaksikan film tersebut,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, materi substansial dalam film ini sebenarnya sudah beredar dengan berbagai materi.
“Misalnya terkait relasi politik kekuasaan, lalu statement Aiman Witjaksono, dan banyak agenda kekuasaan yang beririsan dengan materi yang serupa dengan film,” ungkapnya.
Terkait empat jari, menurutnya bukan hal yang luar biasa. Hal ini dikarenakan pada sepanjang materi film sudah memaparkan soal kontestasi politik, empat jari sebagai simbol non partisan yang mana peserta Pilpres hanya ada tiga.
“Secara umum, hadirnya film tersebut bagus, mengajari publik untuk memilah pilihan yang baik, dan rasanya tiga kandidat mendapat tuduhan yang sama, meskipun beda porsi,” tutupnya.
Sebagai informasi, dokumenter ini dirilis pada Minggu, 11 Februari 2024 melalui kanal YouTube Dirty Vote.
Film ini menampilkan tiga ahli hukum tata negara yakni Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsari yang mengkritik keras konstruksi Pemilu 2024.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat









