Jejak Karir dan Profil Zainal Arifin Mochtar, Ahli Tata Hukum Negara yang Jadi Pemeran Film Dirty Vote

AKURAT.CO Film dokumenter Dirty Vote resmi dirilis di YouTube resmi Dirty Vote - Full Movie (OFFICIAL), film ini telah ditonton sebanyak 4.304.942 kali dan memiliki lebih dari 90.7 ribu subscriber.
Sementara itu, di kanal YouTube PSHK Indonesia, Dirty Vote telah ditonton sebanyak 3.301.001 kali dan memiliki lebih dari 49 ribu subscriber.
Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, dan Feri Amsari menjadi salah satu sorotan setelah mereka muncul sebagai pemeran dalam Film Dirty Vote yang menyajikan data-data.
Film ini mengundang penonton untuk memahami skema yang digunakan oleh elit politik tersebut dalam mengganggu proses demokrasi.
Lantas, siapakah sosok Zainal Arifin Mochtar? Simak berikut jejak karir dan profil Zainal Arifin Mochtar.
Baca Juga: Film Dirty Vote Diproduksi dari Dana Sumbangan, Inilah 20 Lembaga yang Berkontribusi di Dalamnya
Jejak karir dan profil Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar adalah seorang ahli Hukum Tata Negara, yang menyelesaikan pendidikannya di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta pada tahun 2003.
Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan tingkat S2 di Northwestern University pada tahun 2006 sebelum kembali ke UGM untuk menyelesaikan gelar S3 dalam bidang Ilmu Hukum pada tahun 2012.
Selain itu, Zainal juga mengikuti program kursus Summer School Administrative Law di Universitas Gadjah Mada-Maastricht University, Belanda pada tahun 2006.
Dan dilanjut Summer School American Legal System di Georgetown Law School, Washington, Amerika Serikat.
Karirnya dimulai sebagai dosen di Fakultas Hukum UGM. Ia juga aktif dalam beberapa organisasi atau kegiatan antikorupsi, seperti menjadi Anggota Tim Task Force Penyusunan UU Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada tahun 2007, Direktur Advokasi Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT), dan Fakultas Hukum UGM dari tahun 2008 hingga 2017.
Zainal Arifin Mochtar juga terlibat sebagai anggota Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar berdasarkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2020.
Selain di institusi pendidikan, Zainal juga memiliki pengalaman di beberapa instansi pemerintahan.
Dia pernah menjadi anggota Dewan Audit Otoritas Jasa Keuangan dari tahun 2015 hingga 2017, dan Anggota Komisaris PT Pertamina EP dari tahun 2016 hingga 2019.
Pada tahun 2022, Zainal Arifin Mochtar diberi peran sebagai Anggota Tim Penyelesaian Non-Yudisial Pelanggaran Hak Asasi Manusia.
Kemudian, pada tahun 2023, Zainal diangkat sebagai Wakil Ketua Komite Pengawas Perpajakan untuk periode 2023 hingga 2026.
Zainal sering tampil di televisi dalam berbagai program politik dan hukum, termasuk di acara seperti Indonesia Lawyers Club.
Ia juga diketahui pernah menjadi moderator debat Capres-Cawapres pada tahun 2014.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Cara Cek Penerima BSU Kemnaker 2026 Pakai NIK, Begini Status Link Resminya
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 7Kalender Jawa 2 Oktober 2026: Watak Weton Jumat Pahing Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9Anak Usaha Lyman Group Urus HGB Kota Baru Parahyangan ke ATR/BPN, KPK Dalami Setorannya
- 10KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid di Kasus ATR/BPN, Dalami Alur Setoran hingga Pusat








