3 Klasifikasi Dugaan Represi Terhadap Akademisi yang Mengkritik Jokowi
Dwana Muhfaqdilla | 8 Februari 2024, 21:39 WIB

AKURAT.CO Civitas akademika ramai mendapatkan tindakan represif. Tindakan tersebut diduga berasal dari pihak pemerintah.
Anggota Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA), Herdiansyah Hamzah Castro, mengklasifikasikan tindakan represi ini menjadi tiga.
“Kalau kita mapping. Satu, ada memang serangan atau intimidasi yang dilakukan. Kita bisa tebak itu dilakukan kekuasaan,” katanya saat pernyataan sikap KIKA melalui Zoom, dikutip Kamis (8/2/2024).
Castro mengungkapkan bentuk intimidasi secara fisik itu dialami oleh mahasiswa di Jakarta saat konsolidasi di Universitas Trilogi.
Ceritanya mahasiswa tersebut didatangi sekelompok orang menyerupai preman. Kemudian sekelompok orang itu mencoba mengintimidasi pelaksanaan konsolidasi yang membahas respons terhadap pemerintahan Jokowi.
“Jadi kita menganggap itu bagian intimidasi secara langsung terhadap gerakan yang sekarang berkembang dan semakin masif hari-hari belakangan ini,” jelasnya.
Kemudian, bentuk represi kedua adalah berasal dari pejabat istana. “Yang kita anggap adalah proses pembusukan gerakan yang kita bangun. Pembusukan apa dimaksud? Pembusukan yang lahir dari sekeliling istana," jelasnya.
Selanjutnya, sosok yang juga dikenal sebagai Ahli Hukum Tata Negara ini mencontohkan pernyataan dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
“Seolah-olah gerakan yang dibangun kampus-kampus ini adalah gerakan diorkestrasi politik partisan. Bahkan menyebut ini robot yang dikontrol oleh pihak tertentu,” tuturnya.
Menurutnya, apa yang dilakukan pejabat negara ini mengecilkan intelektual publik dan mahasiswa yang mengkritik Jokowi.
Baca Juga: Kampanye di Banyuwangi Diwarnai Suara Dukungan Prabowo, Puan: Hajatan Nomor 3 Memang Asyik…
“Jadi kami menganggap ini bagian intimidasi juga yang dilakukan oleh kekuasaan. Ini adalah semacam reaksi brutal yang dilakukan kekuasaan terhadap kritik yang disampaikan oleh kelompok akademisi, teman-teman mahasiswa dan intelektual kampus,” ucapnya.
Terakhir, bentuk represi dengan menggunakan pejabat-pejabat kampus untuk melakukan pernyataan sikap.
“Kita sama-sama tahu, ada pernyataan dari Rektor Unsud, Rektor Unnes, dan beberapa kampus lain. Tiba-tiba materi atau substansinya itu memuja-muja Jokowi hari ini. Tidak ada relevansinya dengan kondisi sekarang,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









