AKURAT.CO Ganjar Pranowo mengaku ogah membuat gimmick untuk menarik simpati pemilih. Sebaliknya, Ganjar ingin mendekati pemilih dengan cara edukasi.
Ganjar menghormati adanya kandidat capres yang disebut membuat gimmick, seperti Prabowo Subianto dengan joget gemoy (gemas). Namun dirinya memilih cara lain untuk mendekati pemilih, khususnya pemilih pemula.
"Saya menghormati gimmick orang, tapi hari ini anak-anak muda mesti diedukasi," kata Ganjar, selepas menghadiri acara dialog, di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Kamis (30/11/2023).
Baca Juga: Karakter Pemilih Muda Versi Ganjar: Lebih Suka Gimmick
Menurutnya edukasi penting kepada pemilih. Malahan Ganjar meyakini tidak semua pemilih pemula tertarik dengan gimmick.
Tak sedikit anak muda yang menunggu gagasan capres-cawapres dalam menciptakan lingkungan ekonomi kreatif. Sekalipun begitu, Ganjar tidak menyebut anti terhadap gimmick, namun menilai ada substansi yang lebih penting lagi.
"Jadi, boleh pakai gimmick, tapi jangan menghilangkan substansi," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








