Akurat

Sistem Masih Diskriminatif, Relawan Prabowo Minta Hak Kaum Muda Jangan Dibatasi

Atikah Umiyani | 16 Oktober 2023, 11:35 WIB
Sistem Masih Diskriminatif, Relawan Prabowo Minta Hak Kaum Muda Jangan Dibatasi
 
AKURAT.CO Relawan Kolaborasi Patriot Indonesia menyebut sistem perpolitikan Tanah Air masih sangat diskriminatif terhadap kaum muda.
 
Relawan pendukung Prabowo Subianto itu menilai bahwa ruang politik saat ini masih didominasi sistem lama yang tidak memberikan ruang terhadap tumbuhnya generasi baru.
 
Padahal, pertumbuhan anak muda di Indonesia meningkat pesat pada Pemilu 2024.
 
"Anak muda tak diberikan ruang sosial politik demokrasi yang sama. Dalam Pemilu 2024, jumlah pemilih muda meningkat hampir mencapai 60 persen atau 110 juta pemilih. Namun keberadaannya hanya dijadikan objek eksploitasi politik," jelas Ketua Umum Relawan Kolaborasi Patriot Indonesia, Gigih Guntoro, kepada wartawan, Senin (16/10/2023).
 
Menurut dia, anak muda tak diberikan peran dan bahkan dihambat karier politiknya dalam kepemimpinan nasional dengan adanya pembatasan usia capres dan cawapres. 
 
 
Sebagaimana aturan itu tertuang dalam Pasal 169 huruf (q) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang secara spesifik membatasi usia capres dan cawapres minimal 40 tahun.
 
"Pembatasan batas usia capres dan cawapres ini justru melawan arus besar gerak perubahan jaman. Kencenderungan lahirnya pemimpin muda terus tumbuh dan berkembang pesat di belahan dunia," kata Gigih.
 
Terkait dengan adanya gugatan batas usia capres dan cawapres di Mahkamah Konstitusi, Gigih meminta segera diputuskan agar tidak berlarut-larut dan mengganggu stabilitas politik.
 
"MK harus berpikir jernih, objektif dalam melakukan terobosan hukum kenegaraan. Dengan tidak membatasi hak anak muda menjadi capres/cawapres, sama saja dengan upaya penyelamatan generasi muda dan masa depan bangsa," jelasnya.
 
 
Gigih menambahkan, Pemilu 2024 menjadi momentum penting untuk memulai transisi demokrasi dengan memberi hak-hak yang sepadan kepada golongan tua dan muda.
 
"Kita butuh pemimpin yang bisa menyatukan generasi tua dan muda untuk lakukan lompatan besar dalam melahirkan pemimpin bangsa kedepan," pungkasnya. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK