5 Momen Penting 19 Oktober 2026, Salah Satunya Ada HUT Sulawesi Selatan

AKURAT.CO Tanggal 19 Oktober 2026 menjadi momentum untuk mengenang sejumlah peristiwa dan peringatan penting di Indonesia maupun berbagai negara. Momen ini mencakup hari jadi daerah, penghormatan kepada tokoh perjuangan, hingga kampanye kepedulian terhadap kesehatan anak dan aksi kemanusiaan.
Salah satu peringatan yang berlangsung di Indonesia adalah Hari Jadi Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, ada sejumlah peringatan internasional yang membawa pesan tentang perjuangan, solidaritas, dan perhatian terhadap kelompok rentan.
Baca Juga: PR Besar Maruli Simanjuntak, Sengketa Wilayah Perbatasan hingga Kesejahteraan Daerah Tertinggal
Lantas, 19 Oktober 2026 memperingati hari apa saja? Berikut lima momen penting yang dapat diketahui, termasuk peringatan yang berlangsung di Jamaika dan Grenada.
1. Hari Jadi Provinsi Sulawesi Selatan
Hari Jadi Provinsi Sulawesi Selatan diperingati setiap 19 Oktober untuk mengenang perjalanan sejarah dan pembangunan daerah tersebut. Peringatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat identitas serta kebersamaan dalam membangun Sulawesi Selatan.
Penetapan hari jadi ini berawal dari gagasan Gubernur Sulawesi Selatan H.Z.B. Palaguna pada 1993. Gagasan tersebut kemudian dibahas bersama berbagai pihak melalui pembentukan Forum Hari Jadi yang bertugas mengkaji sejumlah pertimbangan sejarah.
Hasil pembahasan menetapkan 19 Oktober 1669 sebagai dasar peringatan hari jadi Sulawesi Selatan. Penetapan tersebut kemudian memperoleh landasan hukum melalui Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 10 Tahun 1995.
Sejak saat itu, tanggal 19 Oktober menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan daerah, menghargai warisan sejarah, dan mendorong pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
2. Hari Pahlawan Nasional Jamaika
Hari Pahlawan Nasional Jamaika atau National Heroes' Day diperingati setiap Senin ketiga pada Oktober. Pada 2026, peringatan ini jatuh pada Senin, 19 Oktober.
Peringatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang berperan dalam perjuangan kemerdekaan, kebebasan, dan pembentukan identitas nasional Jamaika. Perayaan ini mulai diselenggarakan pada 1969.
Baca Juga: Cara Mendapat Bansos Beras dari Kopdes Merah Putih 2026, Cek Syarat dan Jadwalnya
Sejumlah tokoh yang dihormati antara lain Alexander Bustamante, Norman Manley, Paul Bogle, Samuel Sharpe, Marcus Garvey, George William Gordon, dan Nanny of the Maroons.
Mereka memiliki latar perjuangan yang berbeda. Samuel Sharpe, misalnya, dikenal karena perannya dalam pemberontakan budak pada 1831–1832. Sementara itu, Marcus Garvey memperjuangkan pemberdayaan masyarakat keturunan Afrika melalui gerakan sosial dan politik.
Nanny of the Maroons dikenang sebagai pemimpin perempuan dalam perlawanan masyarakat Maroon terhadap kolonialisme Inggris. Adapun Bustamante dan Manley berperan penting dalam perjalanan politik Jamaika menuju pemerintahan sendiri dan kemerdekaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo




