Akurat Logo

Dari Tren Lari ke Potensi Daerah, Susurun Boyolali Gerakkan Wisata dan Ekonomi Lokal

Wahyu SK | 19 Oktober 2026, 14:51 WIB
Dari Tren Lari ke Potensi Daerah, Susurun Boyolali Gerakkan Wisata dan Ekonomi Lokal
Susurun Boyolali 2026 diikuti 2.500 pelari dari berbagai daerah, pada Minggu (18/10/2026). - Foto: Pemkab Boyolali

AKURAT.CO Olahraga lari kini bukan hanya sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran semata.

Lari menjadi gaya hidup dan tren yang dapat memadukan olahraga, wisata, hingga budaya lokal jika dibungkus menjadi suatu event yang berdampak.

Kebiasaan hidup sehat ini mampu menjadi gerbang untuk mengenal lebih dekat potensi daerah dalam penyelenggaraan Susurun Boyolali 2026 di Alun-alun Kidul Boyolali, Jawa Tengah, pada Minggu (18/10/2026).

Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, Susurun Boyolali berhasil menarik 2.500 pelari dari berbagai daerah. Jumlah ini meningkat signifikan yakni sekitar 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti 1.600 peserta.

Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme atas kegiatan lari yang menawarkan pengalaman menjelajahi keunikan daerah.

Susurun Boyolali dibagi ke dalam dua kategori, 5K dan 10K. Sepanjang rute para peserta disambut warga, anak-anak, hingga kelompok seni dan budaya setempat, sambil disuguhkan suasana alam dan kekayaan budaya Boyolali.

Identitas Boyolali sebagai Kota Susu turut dihadirkan melalui penyediaan susu lokal bagi para pelari. Pengalaman ini memperlihatkan bagaimana event olahraga dapat menjadi ruang pertemuan antara peserta, masyarakat, dan potensi lokal.

Gaya Hidup Sehat Membuka Peluang Baru bagi Daerah

Meningkatnya jumlah peserta Susurun juga menjadi gambaran bagaimana aktivitas olahraga dapat dikembangkan sebagai pengalaman sosial yang lebih luas. Tidak hanya berfokus pada catatan waktu personal, tapi juga jadi sarana masyarakat untuk berkumpul, membangun kebiasaan aktif hingga mengeksplorasi lingkungan baru.

Bagi peserta lari, event ini juga membawa kesan yang berbeda. Fety, peserta asal Solo yang telah mengikuti Susurun pada tahun sebelumnya, menilai sambutan warga tahun ini terasa semakin meriah.

"Tanjakan mantap, tanjakan terus. Kita menikmati cheering-nya sih. Banyak banget ada joget-jogetnya, nyanyi, warganya juga ikut memeriahkan," ujarnya.

Baca Juga: Petani Sayur di Boyolali Tersenyum, MBG Bikin Harga Jual Naik dan Permintaan Meningkat

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK