Akurat Logo

Gebrakan Pendidikan Era Prabowo: Revitalisasi 51 Ribu Sekolah hingga Memperluas Digitalisasi Pembelajaran

Moehamad Dheny Permana | 18 Oktober 2026, 14:59 WIB
Gebrakan Pendidikan Era Prabowo: Revitalisasi 51 Ribu Sekolah hingga Memperluas Digitalisasi Pembelajaran
Ilustrasi siswa siswi sedang belajar di dalam kelas.

AKURAT.CO Pemerintah terus memperkuat kualitas pendidikan nasional melalui program revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kedua program tersebut diarahkan untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak sekaligus mendorong proses belajar mengajar yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa revitalisasi dan digitalisasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu.

“Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk mencapai tujuan pendidikan yang bermutu,” ujar Mu’ti, dikutip Minggu (18/10/2026).

Pada 2025, program revitalisasi berhasil menjangkau 16.167 satuan pendidikan, melampaui target awal sebanyak 10.440 satuan pendidikan.

Program tersebut memberikan manfaat kepada lebih dari 4,2 juta peserta didik di berbagai daerah di Indonesia.

Pelaksanaannya mencakup satuan pendidikan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Perbaikan sarana dan prasarana ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Selain meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, program revitalisasi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Pelaksanaannya melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tenaga kerja lokal, sehingga turut membuka peluang aktivitas ekonomi di daerah.

Pemerintah kemudian melanjutkan dan memperluas program tersebut pada 2026.

Prioritas diberikan kepada sekolah yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana, termasuk satuan pendidikan dengan kerusakan berat, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang terdampak bencana.

Sasaran revitalisasi pada 2026 mencapai 51.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 11.744 satuan pendidikan dalam pagu awal dan tambahan 40 ribu satuan pendidikan yang disalurkan melalui dua tahap.

Perluasan program ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan belajar bagi 8.453.369 siswa yang tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan 6.481 kecamatan.

Hingga 28 September 2026, bantuan revitalisasi telah disalurkan kepada 38.586 satuan pendidikan.

Selain memperbaiki fasilitas fisik, pemerintah memperkuat digitalisasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Upaya ini dilakukan melalui penyediaan perangkat teknologi yang dapat dimanfaatkan guru dan siswa di ruang kelas.

Dalam laporan perkembangan program pada September 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebut sekitar 289 ribu satuan pendidikan telah menerima perangkat digitalisasi pembelajaran sejak 2025.

Perangkat tersebut meliputi Papan Interaktif Digital (PID) atau interactive flat panel (IFP), laptop, dan perangkat penyimpanan eksternal.

Kehadiran PID diharapkan membantu guru menyampaikan materi secara lebih interaktif sekaligus mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran.

“Kehadiran PID ini berguna untuk memudahkan semuanya dalam menimba ilmu, membuat proses belajar menjadi lebih menarik, serta kaya akan kreativitas dengan pola interaktif,” ujar Mu’ti.

Baca Juga: Aturan Tidak Naik Kelas Kembali Berlaku pada 2027, Ini Alasan Pemerintah

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.