Individu dengan Gaya Belajar Aktif dalam Model Kolb Cenderung Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya

AKURAT.CO Individu dengan gaya belajar aktif dalam model kolb cenderung ... Pembahasan mengenai gaya belajar peserta didik selalu menjadi topik penting dalam dunia pendidikan. Setiap individu memiliki cara berbeda dalam menerima dan mengolah informasi, dan salah satu model yang cukup banyak digunakan untuk memahami hal ini adalah Experiential Learning milik David Kolb. Di antara empat gaya belajar dalam model tersebut, gaya belajar aktif sering kali menjadi sorotan karena sangat berkaitan dengan pengalaman langsung saat proses pembelajaran berlangsung.
Dalam konteks sekolah maupun pelatihan profesional, mengenali karakteristik individu dengan gaya belajar aktif sangat membantu guru atau instruktur dalam memilih metode mengajar yang tepat. Pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik akan membuat proses belajar lebih efektif, sekaligus meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mereka di kelas.
Artikel ini mengulas secara lengkap mengenai kecenderungan individu dengan gaya belajar aktif dalam model Kolb, dilengkapi kunci jawaban, pembahasan latihan pemahaman PPG 2025, hingga contoh penerapannya dalam pembelajaran.
Apa Itu Gaya Belajar Aktif dalam Model Kolb?
Model Kolb membagi gaya belajar menjadi empat tipe berdasarkan kombinasi dua dimensi utama: cara memahami pengalaman dan cara memproses pengalaman. Keempat tipe itu terdiri atas Konvergen, Divergen, Asimilator, dan Akomodator.
Konsep yang menjadi dasar gaya belajar aktif adalah fase Active Experimentation (AE) atau eksperimentasi aktif. Individu yang kuat pada fase ini biasanya belajar dengan melakukan tindakan nyata, mencoba hal baru, dan bereaksi cepat terhadap situasi yang dihadapi.
Dalam buku Model ASOKA (dalam Pembelajaran dan Pelatihan Pendidikan Masyarakat) oleh Prof. Dr. Abdul Rahmat, S.Sos.I., M.Pd. (2023), disebutkan bahwa gaya belajar aktif termasuk bagian dari empat gaya utama Kolb pada ranah “perbuatan” atau active experimentation.
Artinya, pembelajar dengan kecenderungan ini akan lebih mudah memahami sesuatu jika mereka dapat langsung terlibat secara fisik atau mental dalam suatu aktivitas.
Ciri-Ciri Individu dengan Gaya Belajar Aktif
Seseorang dengan gaya belajar aktif cenderung mengutamakan pengalaman langsung. Mereka bukan tipe yang betah duduk lama mendengarkan teori tanpa kesempatan praktik. Berikut karakteristik utamanya berdasarkan rangkuman materi dan penjelasan dari berbagai sumber:
1. Mengambil Keputusan Berdasarkan Pengalaman
Mereka lebih nyaman bergantung pada apa yang mereka lakukan sendiri dibandingkan sekadar menerima penjelasan verbal. Pengalaman nyata menjadi acuan utama untuk memahami suatu konsep.
2. Cepat Bereaksi dan Suka Mencoba
Gaya belajar ini identik dengan tindakan cepat. Begitu melihat situasi atau tugas tertentu, mereka spontan ingin mencoba, mengevaluasi, dan melihat hasilnya langsung.
3. Lebih Suka Praktik daripada Teori
Pembelajaran abstrak atau terlalu teoritis cenderung membosankan bagi mereka. Mereka merasa belajar menjadi bermakna ketika ada kesempatan untuk melakukan eksperimen, studi lapangan, simulasi, atau praktik langsung lainnya.
4. Tidak Takut Mengambil Risiko
Individu yang aktif biasanya berani mencoba hal baru meski peluang gagal cukup besar. Mereka percaya bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar.
5. Menyukai Lingkungan Belajar yang Dinamis
Situasi kelas yang datar tanpa kegiatan interaktif bukanlah tempat terbaik bagi mereka. Mereka berkembang ketika suasana belajar menantang, penuh diskusi, dan melibatkan kerja kolaboratif.
6. Berorientasi pada Tindakan dan Solusi
Ketika menghadapi masalah, mereka lebih memilih segera mencari solusi konkret dibanding menunggu atau terlalu lama berdiskusi.
Bagaimana Guru Mengakomodasi Gaya Belajar Ini?
Guru dapat memaksimalkan potensi peserta didik dengan gaya belajar aktif melalui pendekatan berbasis pengalaman. Beberapa metode yang efektif antara lain:
-
Simulasi dan role play, agar siswa dapat mempraktikkan situasi nyata.
-
Project-based learning, yang memberi ruang bereksperimen dan menciptakan karya.
-
Studi kasus, sehingga mereka bisa menganalisis masalah dan langsung mengusulkan solusi.
-
Kerja kelompok, karena mereka cenderung aktif berinteraksi.
-
Kegiatan luar kelas, seperti observasi lapangan atau eksperimen laboratorium.
Pendekatan-pendekatan ini membuat proses pembelajaran lebih relevan, menarik, dan berdampak langsung bagi mereka.
Pertanyaan: Individu dengan Gaya Belajar Aktif dalam Model Kolb Cenderung …
Pertanyaan berikut muncul dalam Latihan Pemahaman Modul 2 Topik 3 Experiential Learning PPG 2025, sehingga kerap dicari oleh para guru yang sedang mengikuti program tersebut:
Individu dengan gaya belajar aktif dalam model Kolb cenderung...
A. Membuat keputusan berdasarkan pengalaman langsung dan cepat bereaksi terhadap situasi
B. Mengalami kesulitan dalam memahami teori atau konsep tanpa aplikasi praktis.
C. Lebih suka merenung dan berpikir sebelum bertindak.
D. Cenderung menghindari situasi yang tidak terstruktur.
E. Bereaksi dengan berpikir panjang
Jawaban: A
Pembahasan:
Pilihan A paling tepat karena menggambarkan karakter inti dari active experimentation. Individu dengan gaya ini mengandalkan pengalaman praktis dan reaksi cepat untuk memahami suatu hal. Mereka belajar dengan melakukan, mengevaluasi dari apa yang mereka lakukan, dan bergerak menuju solusi dengan tindakan nyata.
Sementara opsi seperti B memang menggambarkan kecenderungan pembelajar aktif, tetapi tidak sespesifik A dalam konteks pertanyaan Kolb. Adapun C, D, dan E lebih cocok menggambarkan gaya belajar reflektif atau analitis, bukan gaya aktif.
Versi Penjelasan Lain yang Perlu Kamu Ketahui
Dalam literatur Kolb, gaya belajar aktif kerap dikaitkan dengan dua tipe utama: Konvergen dan Akomodator, yang sama-sama menekankan aspek tindakan langsung.
-
Tipe Konvergen: Kombinasi Active Experimentation dan Abstract Conceptualization, membuat seseorang cepat dalam memecahkan masalah teknis dan mencoba strategi baru.
-
Tipe Akomodator: Kombinasi Concrete Experience dan Active Experimentation, mencerminkan individu yang sangat mengandalkan intuisi, pengalaman, serta percobaan langsung.
Karena itu, beberapa referensi juga menyebut bahwa pembelajar aktif adalah mereka yang “belajar dengan melakukan” dan merasa paling nyaman dalam aktivitas seperti praktik, simulasi, hingga eksperimen.
Kesimpulan
Pembelajar dengan gaya belajar aktif dalam model Kolb adalah individu yang berkembang paling baik melalui pengalaman langsung. Mereka cepat bereaksi, suka mencoba hal baru, berani mengambil risiko, dan lebih menyukai pembelajaran berbasis tindakan daripada teori.
Memahami karakteristik ini membantu guru merancang pengalaman belajar yang lebih relevan dan efektif, mulai dari project-based learning, simulasi, hingga kegiatan lapangan. Bagi peserta PPG 2025, pemahaman ini juga penting karena berkaitan langsung dengan latihan pemahaman pada Modul 2 Topik 3 Experiential Learning.
Kalau kamu ingin mengikuti perkembangan terbaru seputar pendidikan dan modul PPG, pantau terus update selanjutnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Tahap Konseptualisasi Abstrak dalam Model Kolb: Pengertian, Ciri, dan Contoh Penerapannya
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan gaya belajar aktif dalam model Kolb?
Gaya belajar aktif adalah kecenderungan peserta didik untuk memahami suatu konsep melalui pengalaman langsung. Mereka lebih suka mencoba, bereksperimen, dan terlibat dalam aktivitas nyata daripada hanya mendengarkan teori.
2. Mengapa gaya belajar aktif penting dalam proses pembelajaran?
Karena peserta didik dengan gaya ini belajar lebih efektif ketika mereka diberi kesempatan untuk praktik langsung. Pendekatan yang melibatkan tindakan nyata membuat informasi lebih mudah dipahami dan diingat.
3. Individu dengan gaya belajar aktif dalam model Kolb cenderung apa?
Individu dengan gaya belajar aktif dalam model Kolb cenderung membuat keputusan berdasarkan pengalaman langsung dan cepat bereaksi terhadap situasi. Ini sesuai dengan jawaban latihan pemahaman PPG 2025.
4. Apa ciri umum pembelajar dengan gaya belajar aktif?
Ciri umum mereka antara lain suka mencoba hal baru, belajar dengan melakukan, tidak takut mengambil risiko, lebih menyukai praktik daripada teori, dan cepat bergerak mencari solusi ketika menghadapi masalah.
5. Metode pembelajaran apa yang cocok untuk gaya belajar aktif?
Metode yang cocok meliputi simulasi, role play, project-based learning, observasi lapangan, studi kasus, eksperimen, hingga kerja kelompok.
6. Apa perbedaan gaya belajar aktif dengan gaya reflektif?
Gaya belajar aktif fokus pada mencoba dan bertindak cepat, sedangkan gaya reflektif cenderung mengamati, merenung, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil tindakan.
7. Apakah gaya belajar aktif sama dengan tipe Konvergen dalam model Kolb?
Tidak selalu sama, tetapi saling berkaitan. Tipe Konvergen adalah kombinasi Active Experimentation + Abstract Conceptualization, sementara gaya belajar aktif hanya menekankan pada bagian Active Experimentation. Namun, keduanya sama-sama mengutamakan tindakan.
8. Apakah pembelajar aktif selalu kesulitan memahami teori?
Tidak selalu. Mereka bukan tidak bisa memahami teori, tetapi teori lebih mudah dipahami ketika disertai praktik atau contoh konkret.
9. Apakah gaya belajar aktif cocok untuk semua mata pelajaran?
Cocok untuk banyak mata pelajaran, terutama yang menawarkan ruang untuk praktik dan eksperimen seperti IPA, IPS, kejuruan, olahraga, hingga seni. Untuk mata pelajaran teoretis, gaya ini tetap bisa diterapkan melalui studi kasus atau simulasi.
10. Bagaimana guru dapat mengidentifikasi peserta didik dengan gaya belajar aktif?
Guru dapat mengamati perilaku siswa selama kegiatan kelas. Pembelajar aktif biasanya terlihat antusias saat praktik, suka mengajukan diri mencoba sesuatu, lebih senang bekerja dalam kelompok, serta cepat bertindak ketika diberi tugas.
11. Adakah contoh konkret aktivitas untuk siswa dengan gaya belajar aktif?
Contohnya meliputi eksperimen laboratorium, membuat proyek mini, simulasi pemecahan masalah, permainan edukatif, debat, observasi lapangan, hingga role play dalam pembelajaran sosial.
12. Apa jawaban latihan pemahaman PPG 2025 terkait gaya belajar aktif?
Untuk soal “Individu dengan gaya belajar aktif dalam model Kolb cenderung…”, jawabannya adalah A. Membuat keputusan berdasarkan pengalaman langsung dan cepat bereaksi terhadap situasi.
13. Apakah gaya belajar seseorang bisa berubah?
Bisa. Gaya belajar tidak bersifat permanen. Lingkungan, pengalaman belajar, usia, dan tugas yang dihadapi dapat memengaruhi preferensi belajar seseorang.
14. Apakah gaya belajar aktif termasuk tipe Akomodator?
Banyak individu dengan gaya belajar aktif memiliki kecenderungan ke tipe Akomodator, yaitu mereka yang menggabungkan pengalaman konkret dengan tindakan langsung. Namun tidak semua pembelajar aktif otomatis masuk kategori ini.
15. Bagaimana dampaknya jika guru tidak menyesuaikan metode mengajar dengan gaya belajar aktif?
Siswa bisa kehilangan fokus, kurang tertarik, dan pemahaman menjadi kurang optimal. Pembelajaran yang terlalu teoritis tanpa praktik sering membuat mereka cepat bosan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









