Akurat

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Jadi Freelance Full Time

Eko Krisyanto | 30 Oktober 2025, 10:23 WIB
5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Jadi Freelance Full Time

 

AKURAT.CO Banyak orang menganggap pekerjaan freelance full time terlihat santai dan fleksibel karena tidak terikat jam kantor, bisa memilih proyek sendiri, dan bekerja dari mana saja.

Namun, kebebasan tersebut diiringi tanggung jawab besar bagi seorang freelance full time. Termasuk mengatur keuangan, manajemen waktu, kualitas pekerjaan serta hubungan dengan klien.

Nah, buat kamu yang tertarik menjadi freelance full time, ada beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan dengan matang. Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Sekilas Freelancer Full Time

Freelancer full time adalah jenis pekerjaan lepas yang dibayar berdasarkan proyek, hasil kerja atau durasi tertentu, tanpa ikatan jangka panjang dengan suatu perusahaan. Seseorang yang menjalani pekerjaan ini disebut freelancer.

Freelancer memiliki kebebasan mengatur cara kerjanya. Mereka tidak terikat aturan perusahaan mengenai jam kerja, pakaian, atau lokasi.

Hal ini memungkinkan freelancer bekerja dari rumah, kafe, atau coworking space sesuai kebutuhan dan kenyamanan.

Di Indonesia, freelance diatur melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 100 Tahun 2004 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Freelance bisa termasuk pekerja harian atau pekerja borongan, tergantung jenis kontraknya.

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Jadi Freelancer

Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum benar-benar menekuni pekerjaan freelance, antara lain:

1. Rencana Finansial yang Kuat

Tidak seperti pekerjaan tetap yang menyediakan gaji bulanan bahkan tunjangan, freelancer harus mengelola pendapatan yang bisa berubah-ubah setiap bulan.

Karena itu, freelancer perlu menghitung dengan cermat biaya hidup, kebutuhan mendesak, serta menyiapkan dana darurat minimal untuk 3-6 bulan pengeluaran.

Dana tersebut akan menjadi penyangga saat proyek sedang sepi, klien terlambat membayar, atau kebutuhan yang mendesak.

Selain itu, perlu juga pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara rinci untuk menjaga arus kas tetap stabil.

Dengan memonitor keuangan secara detail, freelancer dapat mengontrol pengeluaran, membuat perencanaan anggaran, dan meminimalkan risiko kekurangan dana.

2. Portofolio Berkualitas

Portofolio adalah sarana bagi freelancer untuk menunjukkan kemampuan dan menarik klien. Pastikan karya yang ditampilkan relevan dengan layanan, menunjukkan kualitas terbaik, dan terus diperbarui.

Portofolio yang jelas dan terstruktur membantu menonjolkan keahlian serta memberikan kesan profesional sejak pertama kali dilihat. Setiap proyek sebaiknya disertai deskripsi singkat tentang peran, tantangan, dan hasil yang dicapai.

Penjelasan ini membuat portofolio tidak hanya sekadar menampilkan karya, tetapi juga memperlihatkan pengalaman dan kualitas freelancer secara meyakinkan.

3. Jaringan dan Relasi Profesional

Membangun jaringan kerja menjadi strategi penting untuk membuka peluang proyek baru. Hubungan yang terjaga dengan rekan, klien lama, maupun komunitas profesional bisa membuka kesempatan tanpa harus promosi berlebihan.

Selain membuka peluang, jaringan yang solid juga memperkuat reputasi dan kepercayaan di dunia profesional. Kolaborasi, pertukaran pengalaman, dan rekomendasi dari relasi dapat membantu freelancer berkembang dan dikenal sebagai profesional yang handal.

4. Keterampilan Manajemen Waktu

Disiplin dalam mengatur waktu sangat menentukan produktivitas. Dengan perencanaan yang jelas, semua tugas dapat diselesaikan tepat waktu tanpa menumpuk dan menimbulkan tekanan.

Gunakan alat bantu seperti kalender digital, to do list, atau aplikasi manajemen proyek dapat membuat pengelolaan waktu lebih efektif. Dengan begitu, pekerjaan selesai sesuai jadwal sambil tetap menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat.

5. Mental Siap Menghadapi Ketidakpastian

Bekerja sebagai freelancer penuh ketidakpastian. Jumlah proyek, pendapatan, dan tren pekerjaan bisa berubah kapan saja, sehingga memerlukan kesiapan menghadapi situasi yang berubah-ubah.

Karena itu, seorang freelancer harus siap secara mental untuk menyesuaikan diri dengan kemungkinan perubahan. Jadikan setiap perubahan sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menemukan cara kerja yang lebih efektif.

Tips Sebelum Memulai Freelance Full Time

Agar lebih siap dan percaya diri, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum mulai menerima proyek, yaitu:

1. Pilih Layanan yang Ditawarkan. Kenali kemampuan dan minat yang dimiliki, lalu tentukan jasa yang ingin ditawarkan. Contohnya menulis, desain grafis, editing video, atau pembuatan website.

2. Pahami Kebutuhan Klien. Sebelum menawarkan jasa, pelajari masalah atau kebutuhan klien. Dengan begitu, layanan yang diberikan lebih tepat sasaran dan terlihat profesional.

3. Tentukan Target Klien. Freelancer bisa memilih klien lokal maupun internasional. Bagi pemula, mulailah dari klien lokal karena seiring pengalaman bisa berkembang ke klien internasional.

4. Tetapkan Harga yang Sesuai. Tentukan tarif jasa berdasarkan pengalaman, tingkat kesulitan proyek, durasi pekerjaan, dan urgensi proyek.

5. Buat Portofolio yang Menarik. Kumpulkan hasil kerja terbaik dan tampilkan secara rapi. Sertakan deskripsi singkat proyek, peran, dan hasil yang dicapai agar calon klien bisa menilai kemampuan secara jelas.

6. Siapkan Proposal yang Jelas. Proposal membantu meyakinkan klien menggunakan jasa. Tulis dengan bahasa profesional dan ramah, serta jelaskan bagaimana layanan bisa menyelesaikan kebutuhan klien.

7. Bangun Hubungan Baik dengan Klien. Kerjakan proyek dengan maksimal dan profesional. Hubungan yang baik membuat klien puas dan kemungkinan akan kembali menggunakan jasa atau merekomendasikan ke orang lain.

Kesimpulan

Sebelum memutuskan menjadi freelance full time, penting untuk menyiapkan diri secara finansial, mental, dan profesional. Kesiapan ini membantu menghadapi ketidakpastian, menjaga kualitas kerja dan memanfaatkan setiap peluang untuk berkembang.

 

Laporan: Lilis Anggraeni/magang

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK