Menurut Anda, Bagaimana Aplikasi Teori Belajar Progresif dalam Kegiatan Pembelajaran di Era Saat Ini?

AKURAT.CO Menurut Anda Bagaimana Aplikasi Teori Belajar Progresif dalam Kegiatan Pembelajaran di Era Saat Ini?
Teori belajar progresif yang dikembangkan oleh John Dewey menekankan pembelajaran yang berpusat pada pengalaman dan partisipasi aktif peserta didik.
Di era digital saat ini, di mana teknologi informasi berkembang pesat, penerapan teori ini menjadi sangat relevan untuk menciptakan proses pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan bermakna.
Artikel ini mengulas bagaimana aplikasi teori belajar progresif dapat memperkuat kegiatan pembelajaran di era modern berdasarkan kajian literatur dan praktik pendidikan terkini.
Baca Juga: Apa Itu Teori Evolusi? Ini Sejumlah Dasar dan Bukti-Buktinya
Prinsip Dasar Teori Belajar Progresif
Teori belajar progresif menekankan bahwa pembelajaran harus berorientasi pada pengalaman nyata peserta didik sebagai sumber utama pengetahuan.
Proses belajar bukan hanya transfer informasi dari guru ke siswa, melainkan keterlibatan aktif siswa dalam eksplorasi, eksperimen, dan pemecahan masalah yang relevan dengan kehidupan mereka.
Pendekatan ini menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.
Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Progresif
Era digital telah memperkaya aplikasi teori belajar progresif dengan kehadiran teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Pembelajaran kini dapat dilakukan secara daring, hybrid, dan berbasis proyek kolaboratif menggunakan platform digital.
Teknologi memungkinkan personalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan dan minat siswa, serta memberikan fleksibilitas waktu dan tempat belajar.
Media digital seperti video, simulasi, permainan edukatif, serta platform kolaborasi online mendukung pengalaman belajar yang lebih nyata dan aplikatif.
Hal ini sejalan dengan prinsip progresif yang mengutamakan pembelajaran melalui pengalaman dan interaksi sosial.
Baca Juga: Teori Denny JA tentang Agama di Era AI Mulai Diajarkan di Kampus
Pembelajaran Berbasis Proyek dan Masalah
Pembelajaran berbasis proyek dan pemecahan masalah menjadi salah satu wujud aplikasi teori belajar progresif di era saat ini.
Siswa diajak untuk mengatasi tantangan nyata dengan dukungan teknologi, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini juga mengembangkan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.
Tantangan dan Solusi dalam Implementasi
Meski banyak manfaatnya, penerapan teori belajar progresif di era digital menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses teknologi, kesiapan guru dalam memanfaatkan TIK, dan kebutuhan pengembangan kurikulum yang adaptif.
Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pelatihan guru dalam literasi digital, penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai, serta pengembangan materi pembelajaran yang inovatif dan kontekstual.
Peran Guru sebagai Fasilitator
Dalam pembelajaran progresif modern, guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam proses belajar aktif dan kolaboratif.
Guru memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan aspek afektif peserta didik, bukan sekadar penyampai materi.
Ikhtisar
Aplikasi teori belajar progresif dalam kegiatan pembelajaran di era saat ini sangat potensial untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pendidikan.
Dengan dukungan teknologi digital, prinsip pembelajaran berpusat pada peserta didik, pengalaman nyata, dan pengembangan keterampilan abad 21 dapat diwujudkan secara optimal.
Namun, keberhasilan implementasi memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk guru, institusi pendidikan, dan pemerintah, untuk mengatasi tantangan dan memastikan pembelajaran yang inklusif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








