Wajib Belajar 13 Tahun Siap Diluncurkan, Lestari Moerdijat Ingatkan Pemerintah Perkuat Infrastruktur

AKURAT.CO Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun yang akan mulai dilaksanakan tahun ini.
Ia mengingatkan agar pelaksanaannya tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak bangsa, dari kota hingga pelosok desa.
“Program Wajib Belajar 13 Tahun harus dipersiapkan secara matang. Pemerintah pusat dan daerah wajib berkolaborasi, karena ini bukan pekerjaan ringan,” kata Lestari dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (8/4/2025).
Program ini disebut sebagai salah satu proyek super prioritas pemerintah di bidang pendidikan. Namun, sejumlah persoalan mendasar masih mengganjal.
Berdasarkan data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), saat ini masih terdapat 27.650 satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga menengah yang belum memiliki akses internet, sementara 3.323 sekolah belum teraliri listrik.
Baca Juga: Ibas Tegaskan RUU TNI Harus Jaga Supremasi Sipil, Bukan Kembali ke Dwifungsi
Tak hanya itu, 302 kecamatan di Indonesia belum memiliki SMP/MTs, dan 727 kecamatan belum memiliki SMA/SMK/MA. Bahkan lebih dari 18.000 desa belum memiliki akses ke pendidikan anak usia dini (PAUD).
“Ini masalah serius. Pemerintah harus segera mengatasi ketimpangan akses pendidikan sebelum bicara perluasan wajib belajar,” tegas Rerie—sapaan akrab Lestari.
Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil Jawa Tengah II ini juga mendorong pemerintah daerah agar tak pasif menunggu, melainkan aktif menerjemahkan program ini ke dalam kebijakan nyata yang mempercepat pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.
Menurutnya, Wajib Belajar 13 Tahun hanya akan efektif jika ditopang kesiapan infrastruktur dasar pendidikan, mulai dari listrik, internet, hingga ketersediaan lembaga pendidikan di seluruh pelosok.
“Komitmen pemerintah untuk membangun SDM unggul melalui pendidikan sejak usia dini harus dikawal dan direalisasikan segera. Ini investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa,” ujar politisi Partai NasDem itu.
Rerie juga mengingatkan bahwa pendidikan adalah fondasi utama bagi daya saing generasi mendatang. Oleh karena itu, pelaksanaan program wajib belajar harus disertai strategi konkret dan dukungan anggaran yang memadai.
“Jangan sampai program ini hanya berhenti di atas kertas. Kita ingin hasilnya nyata: anak-anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke mendapat hak pendidikan yang sama,” pungkasnya.
Baca Juga: MotoGP Qatar: Jorge Martin Siap Comeback di Lusail Akhir Pekan Ini, Tunggu Cek Medis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Presiden Prabowo: Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun dalam Dua Tahun
- 10Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Penyelamatan Uang Negara Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH









