Jelaskan Secara Singkat Praktek Checks and Balances dalam Sistem Demokrasi pada Proses Berjalannya Pemerintahan

AKURAT.CO Checks and balances adalah prinsip dasar dalam sistem demokrasi yang bertujuan untuk mencegah kekuasaan terpusat pada satu lembaga atau individu.
Prinsip ini memungkinkan pengawasan dan keseimbangan antara cabang-cabang pemerintahan: eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Artikel ini akan menjelaskan secara singkat penerapan checks and balances dalam sistem demokrasi.
Latar Belakang dan Konsep Dasar
Prinsip checks and balances berasal dari teori "trias politica" yang dikembangkan oleh Montesquieu dan John Locke.
Dalam teori ini, kekuasaan negara dibagi menjadi tiga cabang: eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Ketiganya memiliki fungsi dan kewenangan yang berbeda, tetapi saling mengawasi dan mengimbangi untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
Baca Juga: Ketua DPR Minta Pemerintah Tingkatkan Antisipasi di Lokasi Wisata Jelang Libur Akhir Tahun
Penerapan di Indonesia
Di Indonesia, prinsip checks and balances diwujudkan melalui berbagai mekanisme.
Contohnya, DPR memiliki wewenang membuat undang-undang, sementara Presiden memiliki hak veto terhadap rancangan undang-undang.
Hak veto ini dapat dibatalkan oleh DPR dengan suara mayoritas.
Selain itu, Mahkamah Konstitusi berperan mengawasi konstitusionalitas undang-undang yang disahkan oleh eksekutif dan legislatif.
Contoh Kasus
Salah satu contoh penerapan checks and balances adalah proses legislasi Undang-Undang Cipta Kerja.
Setelah mendapat kritik terkait partisipasi publik dan dianggap menguntungkan pihak tertentu, Mahkamah Konstitusi menyatakan undang-undang tersebut "inkonstitusional bersyarat" dan tetap berlaku sementara hingga diperbaiki.
Keputusan ini menunjukkan peran yudikatif dalam mengawasi hasil legislasi eksekutif dan legislatif.
Tantangan dalam Implementasi
Meskipun kerangka hukum yang mendukung prinsip ini sudah ada, praktik di lapangan masih menghadapi tantangan.
Contohnya, kekuasaan eksekutif sering mendominasi legislasi, seperti dalam pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang lebih cepat daripada legislasi biasa.
Hal ini menunjukkan perlunya penguatan mekanisme pengawasan di lapangan.
Kesimpulan
Prinsip checks and balances adalah elemen penting dalam menjaga demokrasi dan mencegah penyalahgunaan kekuasaan.
Interaksi antara cabang-cabang pemerintahan menciptakan pengawasan dan keseimbangan yang mendukung transparansi serta akuntabilitas.
Meskipun tantangan dalam implementasinya masih ada, penguatan mekanisme checks and balances harus terus dilakukan demi terciptanya pemerintahan yang demokratis dan adil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








