Akurat

11 Oktober Diperingati sebagai Hari Anak Perempuan Sedunia, Begini Sejarahnya

Azhar Ilyas | 11 Oktober 2024, 14:19 WIB
11 Oktober Diperingati sebagai Hari Anak Perempuan Sedunia, Begini Sejarahnya

AKURAT.CO Hari Anak Perempuan Sedunia diperingati setiap tahunnya pada tanggal 11 Oktober.

Hari ini merupakan sebuah momen penting yang dikonsepsikan untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak anak perempuan.

Hari Anak Perempuan Sedunia memiliki akar historis yang kuat dalam gerakan hak-hak perempuan internasional.

Tepatnya pada 1995, saat konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang perempuan di Beijing.

Konferensi ini menghasilkan deklarasi yang secara spesifik menyerukan hak-hak anak perempuan dan pentingnya mengatasi diskriminasi dan kekerasan terhadap mereka.

Namun, pengakuan formal atas Hari Anak Perempuan Sedunia baru resmi dilakukan di tahun 2011.

Baca Juga: Google Bentuk Aliansi Baru untuk Perangi Penipuan Online

Pada 19 Desember 2011, Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi 66/170 dan menetapkan tanggal 11 Oktober sebagai International Day of the Girl Child (IDGC).

Tujuan utama peringatan Hari Anak Perempuan Sedunia ini untuk meningkatkan kesadaran tentang hak-hak anak perempuan, meningkatkan akses mereka ke pendidikan, kesehatan dan perlindungan.

Selain itu, peringatan ini juga bertujuan untuk mempromosikan kesetaraan gender di seluruh dunia.

Hal ini tercermin dalam usaha-usaha untuk memperjuangkan hak-hak anak perempuan yang sering kali diabaikan atau dilanggar, seperti hak untuk mendapatkan pendidikan, terbebas dari kekerasan dan mendapatkan akses layanan kesehatan yang setara.

Hari Anak Perempuan Sedunia bukan hanya sebuah simbolik, peringatan ini merupakan langkah nyata menuju kesetaraan gender dan kesejahteraan pada anak perempuan.

Lewat peringatan ini, kita diingatkan tentang pentingnya menjalin solidaritas global untuk memperjuangkan hak-hak anak perempuan.

Baca Juga: Silaturahmi ke HKBP, Ridwan Kamil Paparkan Program Keagamaan yang Berkeadilan

Dan akan terus menjadi momentum penting dalam upaya membangun dunia yang adil dan inklusif bagi semua orang, tanpa batasan apapun. (Queenadia Syahrani)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Azhar Ilyas
W
Editor
Wahyu SK