Akurat

Bagaimana Pandangan Ibu dan Bapak Guru terhadap Pendidikan Seksual Sejak Dini? Simak 7 Jawaban Ini

Sultan Tanjung | 16 Januari 2024, 13:00 WIB
Bagaimana Pandangan Ibu dan Bapak Guru terhadap Pendidikan Seksual Sejak Dini? Simak 7 Jawaban Ini

AKURAT.CO Pendidikan seksual sejak dini menjadi semakin diperbincangkan dalam dunia pendidikan, dengan peran  orang tua dan guru yang krusial dalam membentuk kesadaran anak-anak.

Artikel ini akan membahas pandangan  orang tua dan guru terhadap pendidikan seksual sejak dini serta upaya bersama untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung perkembangan anak.

1. Peran Ibu/Bapak sebagai Mitra Pendidikan:

Ibubapa memegang peran penting dalam memberikan pendidikan seksual sejak dini. Dalam pandangan mereka, ini adalah bagian integral dari pendidikan menyeluruh anak.

Dengan membuka komunikasi, ibubapa dapat menjadi mitra pendidikan seksual yang efektif untuk anak-anak.

2. Komunikasi Terbuka antara Ibu/Bapak dan Guru:

Kolaborasi antara orang tua dan guru menjadi kunci dalam pendidikan seksual sejak dini.

Guru perlu berkomunikasi terbuka dengan ibubapa untuk memahami nilai-nilai keluarga, memperoleh persetujuan, dan memastikan bahwa pesan yang disampaikan di sekolah sesuai dengan nilai-nilai di rumah.

3. Pemahaman Terhadap Keberagaman Anak:

Setiap anak unik, dan pandangan  orang tua dan guru harus memperhatikan keberagaman individu.

Ini termasuk memahami perbedaan dalam tahap perkembangan anak, latar belakang keluarga, dan nilai-nilai budaya yang memengaruhi pemahaman mereka tentang seksualitas.

Baca Juga: Bagaimana Kurikulum Merdeka Bisa Terus Diterapkan Secara Berkelanjutan? Simak 7 Hal Ini

4. Pembentukan Kesadaran Positif:

Orang tua dan guru memiliki tanggung jawab untuk membentuk kesadaran positif terkait tubuh dan seksualitas.

Ini melibatkan pengajaran nilai-nilai etika, menghormati privasi, dan membangun rasa percaya diri anak terkait dengan tubuh mereka.

5. Pendekatan Pendidikan yang Inklusif:

Guru perlu mengadopsi pendekatan pendidikan seksual yang inklusif, mengakomodasi keberagaman dan kebutuhan anak-anak.

Ini termasuk menyajikan informasi dengan bahasa yang sesuai, memberikan ruang bagi pertanyaan, dan memastikan bahwa setiap anak merasa didengar dan dihargai.

6. Penggunaan Sumber Daya yang Tepat:

 orang tua dan guru perlu memilih sumber daya pembelajaran yang sesuai dengan usia anak-anak.

Buku, video, dan materi pembelajaran lainnya harus dipilih dengan hati-hati untuk memastikan relevansi dan kecocokan dengan nilai-nilai yang dipegang oleh keluarga.

7. Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi Guru:

Guru perlu terus mengembangkan kompetensi mereka dalam menyajikan materi pendidikan seksual.

Pelatihan yang baik akan memberikan guru keterampilan untuk mengatasi pertanyaan dan tantangan dengan cara yang profesional dan sensitif.

Kesimpulan:

Dengan pandangan positif dan kolaborasi yang erat antara  orang tua dan guru, pendidikan seksual sejak dini dapat menjadi alat yang efektif dalam membentuk kesadaran positif anak-anak terkait dengan tubuh dan seksualitas.

Kolaborasi ini membantu menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, mendukung, dan menghormati nilai-nilai individu.

 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.