Akurat

Apakah SGM Produk Pro Israel? Ini Sejarah Susu Formula Asal Indonesia Milik Danone Tersebut

Sultan Tanjung | 16 November 2023, 10:30 WIB
Apakah SGM Produk Pro Israel? Ini Sejarah Susu Formula Asal Indonesia Milik Danone Tersebut

AKURAT.CO - Semenjak beredar serangan agresi Israel atas Palestina, muncul gerakan boikot produk Pro Israel termasuk di Indonesia yang menanyakan apakah SGM Produk Pro Israel atau bukan.

Menjawab pertanyaan terkait apakah SGM produk pro Israel sendiri perlu menelusuri lebih dalam apalagi SGM telah lama ada di Indonesia.

Sebagai susu formula yang telah lama di Indonesia tentu amat disayangkan jika pertanyaan warganet mengenai apakah SGM produk pro Israel ternyata terbukti atau bukan isapan jempol belaka.

Baca Juga: Susu Formula Babelac Produk Mana? Fatwa MUI Haram Beli Produk Pro Israel

Sejarah Susu Formula SGM

Dikutip dari situs resmi produsen SGM yaitu Sarihusada, Merek SGM sendiri sudah ada sejak 1965 yang kini berkembang dengan mengeluarkan lini produk SGM Bunda dan SGM Eksplor.

Meski SGM baru diproduksi tahun 1965, Perusahaannya sendiri Sarihusada telah berdiri sejak era 50an, dengan nama awal NV Saridele yang berdiri pada tahun 1954.

NV sendiri adalah sebutan bagi PT dari Bahasa Belanda yaitu Naamloze vennootschap. NV Saridele didirikan pada awalnya untuk merespon Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa Bangsa yang berinisiatif mengembangkan program khusus guna menunjang kecukupan protein nasional.

Baca Juga: Daftar Produk Danone Indonesia Yang Dituding Pro Israel, Gak Cuma Aqua Ada Susu Bayi Juga

Sempat Dimiliki BUMN, Dijual ke Danone

Pada 1968 NV Saridele dimiliki perusahaan milik negara, PT Kimia Farma. Lantas pada 1972, NV Saridele bersalin nama menjadi Sarihusada sebagai hasil joint venture PT Kimia Farma dan PT Tiga Raksa.

Pada tahun 1983, Sarihusada melakukan IPO di lantai Bursa Efek Jakarta. Sebagai sebuah perusahaan listing posisi kepemilikan saham mengalami sejumlah perubahan signifikan. Tahun 1992, PT Tiga Raksa menjadi pemegang saham mayoritas. 

Dengan pertumbuhan bisnis yang kian meningkat, Sarihusada memperkuat posisinya di level internasional dengan beraliansi dengan Nutricia Internasional BV (Royal Numico NV) pada tahun 1998.

Pada 2007, Sarihusada secara resmi keluar dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) maupun Surabaya (BES) dan menjadi perusahaan tertutup.

Danone Group kemudian mengakuisisi Royal Numico pada tahun 2008, sehingga menjadikannya sebagai pemegang saham mayoritas di Sarihusada. 

Baca Juga: Lebih Tinggi Mana Kandungan Nutrisi Susu UHT VS Fresh Milk? Simak Cara Simpannya!

Danone sendiri seringkali dikaitkan sebagai perusahaan yang pro terhadap penjajahan Israel atas Palestina.

Salah satu pemilik Danone International saat ini adalah Perusahaan Investasi Raksasa yaitu BlackRock dimana CEOnya Larry Fink dalam sebuah kesempatan melalui akun LinkedIN yuang diunggah pada 1 Bulan yang lalu.

"I’m absolutely devastated by the horrific acts of terrorism committed in Israel. There are no words for the kidnapping and the murder of so many innocent people. Over the past several days, BlackRock’s primary focus has been on the safety and well-being of our colleagues – especially those in the region. And I wanted to share some details of what we’ve done and what we’ve communicated internally to our team," 

"Saya benar-benar hancur oleh tindakan terorisme mengerikan yang dilakukan di Israel. Tidak ada kata-kata untuk penculikan dan pembunuhan begitu banyak orang yang tidak bersalah. Selama beberapa hari terakhir, fokus utama BlackRock adalah pada keselamatan dan kesejahteraan rekan-rekan kami – terutama yang berada di wilayah tersebut. Dan saya ingin berbagi beberapa detail tentang apa yang telah kami lakukan dan apa yang telah kami komunikasikan secara internal kepada tim kami." ujar Fink.

Baca Juga: Waspada! Ini 7 Efek Samping Konsumsi Kopi Susu Setiap Hari, Bisa Picu Kolestrol?

Keresahan Danone

Dalam sejumlah berita dan kabar yang tersebar di grup WhatsApp, Danone selaku produsen air mineral Aqua dan Vit dan beberapa produk makanan, minuman ikut menjadi target gerakan boikot produk pro Israel tersebut.

Hal ini ternyata membuat resah perusahan tersebut Danone, karena jika dibiarkan tagar #TolakDanoneAqua yang trending di medsos, Sabtu 11 November 2023, bisa berdampak fatal.

Menanggapi hal tersebut, Corporate Communication Director Danone Indonesia Arif Mujahidin mengatakan, Danone tak punya pabrik dan tidak beroperasi di Israel.

Awalnya, Arif mengatakan Danone merupakan perusahaan publik yang beroperasi di 120 negara dengan karyawan dari beragam latar belakang etnis dan budaya.

Sebagai entitas swasta, kata dia, Danone tidak memiliki afiliasi dengan politik di mana pun.

"Misi Danone adalah meningkatkan kesehatan melalui makanan dan minuman," kata Arif melalui keterangan pers yang kami terima, Sabtu Sabtu 11 November2023.

"Danone merupakan entitas bisnis yang tidak memiliki keterkaitan atau melibatkan diri dalam pandangan politik ataupun hal-hal di luar wilayah bisnis," imbuhnya.

"Sebaliknya, Danone berkomitmen untuk menjadikan bisnis sebagai kekuatan untuk mengalirkan kebaikan kepada masyarakat," sambungnya.

Baca Juga: Resah Karena Fatwa MUI Haram Beli Produk Pro Israel, Danone Aqua Buka Suara

Ia juga menegaskan bahwa tak ada pabrik Danone di Israel, serta Danone juga tidak beroperasi di negara tersebut.

"Danone tidak memiliki pabrik dan tidak beroperasi di Israel. Di Indonesia, Danone memiliki 25 pabrik dengan 13.000 karyawan dan melayani lebih dari 1 juta pedagang di seluruh negeri," kata Arif.

"Danone terus berkomitmen untuk mengembangkan investasinya di Indonesia demi turut membantu ekonomi, sosial dan kesehatan bangsa Indonesia," lanjutnya.

Arif mengatakan, Danone Indonesia melalui berbagai mereknya, telah lama hadir dengan tujuan membangun kesehatan masyarakat melalui produk nutrisi dan hidrasi, serta berbagai kegiatan sosial ekonomi yang membawa manfaat bagi masyarakat dan usaha kecil menengah.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.